Pemprov Kepri gelar pasar murah cegah inflasi

id Pemprov, Kepri, gelar, pasar murah, cegah inflasi

Pemprov Kepri gelar pasar murah cegah inflasi

Aktivitas di Pasar Bintan Centre Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.ANTARA/Nikolas Panama

Tanjungpinang (ANTARA) -
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) kembali menggelar pasar murah untuk mencegah inflasi akibat kenaikan harga bahan kebutuhan masyarakat di sejumlah pasar tradisional.

Pasar murah digelar di Terminal Sei Carang Bintan Centre pada 19-20 November 2022.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad di Tanjungpinang, Jumat, mengatakan pasar murah merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan bila terjadi lonjakan harga bahan kebutuhan masyarakat.

Baca juga:
Wahyu Wahyudin minta Pemprov Kepri siapkan pelabuhan khusus ekspor

Pemkot Batam siapkan 6.500 kartu kendali pembelian BBM solar


Barang kebutuhan pokok dijual di pasat murah dengan harga murah seperti cabai rawit, telur ayam, bawang merah, beras medium, bawang putih, gula pasir, minyak goreng curah, daging beku dan daging ayam.

"Kegiatan ini untuk membantu masyarakat kurang mampu agar dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, sekaligus mencegah  inflasi yang tinggi," ujarnya.

Kegiatan pasar murah tersebut didukung oleh Bank Indonesia, Pemkot Tanjungpinang, Bulog dan PT Pembangunan Kepri (BUMD Kepri).

Direktur PT Pembangunan Kepri Azwardi mengatakan pihaknya diajak Disperindag Kepri untuk menjadi peserta pasar murah. PT Pembangunan Kepri kemudian membeli cabai merah dari pertanian yang dikelola kelompok tani di Tanjung Batu, Kabupaten Karimun.

Baca juga:
Pemprov Kepri belum kenakan pajak kendaraan listrik

Natuna jamin kesehatan dan pendidikan gratis untuk tingkatkan SDM


Harga cabai merah yang dijual PT Pembangunan Kepri di pasar murah hanya
Rp35.000 per kg, jauh lebih murah dibanding yang dijual di pasar tradisional maupun swalayan yang mencapai Rp40.000 per kg.

Harga komoditas kebutuhan lainnya yang dijual perusahaan plat merah itu juga lebih murah dibanding harga pasaran seperti bawang putih Rp20.000 per kg, bawang india Rp15.000 per kg, cabai kering Rp22.000 per kg, kentang medan Rp12.000 per kg, minyak parveen Rp13.500 per liter, minyak curah Rp12.000 per liter, gula pasir Rp12.500 per kg, 30 butir telur Rp54.000, dan 10 kg beras merek bakti Rp54.000.

"Kegiatan ini rutin dilaksanakan Pemprov Kepri dengan melibatkan kami di berbagai kawasan," katanya.

Baca juga:
BP3MI minta calon PMI ubah pola pikir dan hanya gunakan jalur resmi

Duta Generasi Berencana Natuna dikukuhkan guna tekan stunting

TNI AL serahkan satu unit kapal serbu pada Lantamal XIII Tarakan

Kadinkes Bintan: Pemakaian masker cegah penyakit paru obstruktif kronik

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE