
Target PAD Kepri 2023 meningkat Rp145,7 miliar

Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) di wilayah itu pada tahun 2023 meningkat Rp145,7 miliar dibanding tahun 2022.
Kepala Badan Pendapatan Daerah Kepri Reni Yusneli di Tanjungpinang, Jumat, mengatakan target PAD Kepri tahun 2022 sebesar Rp1.348.493.617.641, sedangkan tahun 2023 mencapai Rp1.494.281.041.254.
Sumber PAD Kepri tahun 2022 terdiri dari pajak kendaraan bermotor Rp425,5 miliar, bea balik nama kendaraan bermotor Rp221,1 miliar, pajak bahan bakar kendaraan bermotor Rp359,3 miliar, pajak air permukaan Rp1 miliar, pajak rokok Rp143,1 miliar, dan hasil retribusi daerah Rp69,9 miliar.
Sementara target PAD tahun 2023 terdiri dari pajak kendaraan bermotor Rp453,1 miliar, bea balik nama kendaraan bermotor Rp300 miliar, pajak bahan bakar kendaraan bermotor Rp420 miliar, pajak air permukaan Rp1,05 miliar, pajak rokok Rp150 miliar, dan hasil retribusi daerah Rp16,6 miliar.
Baca juga:
Gubernur Ansar upayakan kapal-kapal yacht parkir di perairan Kepri
Pemkot Batam catat 30 ribu lamaran dalam bursa kerja 2022
"Target PAD tahun 2023 naik lantaran perekonomian masyarakat Kepri semakin membaik," katanya.
Reni mengemukakan realisasi pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp1,046 triliun atau 90,97 persen dalam kurun waktu Januari hingga September 2022. Target pendapatan pada anggaran murni tahun 2022 yang mencapai 1,150 triliun.
Capaian PAD pada anggaran murni tersebut terdiri dari pajak kendaraan bermotor Rp354,819 miliar, bea balik nama kendaraan bermotor Rp238,450 miliar, pajak bahan bakar kendaraan bermotor Rp346,533 miliar, pajak air permukaan Rp716,9 juta dan pajak rokok Rp105,855 miliar.
Realisasi PAD dari bea balik nama kendaraan bermotor mencapai Rp107,81 miliar. Ini menunjukkan kondisi keuangan masyarakat mulai membaik.
Baca juga:
Sejarawan imbau gunakan foto resmi tiga pahlawan nasional Kepri
Pemkab Natuna jajaki kerja sama beasiswa dengan Universitas Batam
Sementara pada anggaran perubahan tahun 2022, kata dia, target PAD meningkat Rp134 miliar sehingga menjadi Rp1,285 triliun. Peningkatan target PAD terdiri dari
pajak kendaraan bermotor Rp10 miliar, bea balik nama kendaraan bermotor Rp65 miliar, pajak bahan bakar kendaraan bermotor Rp59,791 miliar.
"Kami optimistis target PAD tercapai hingga akhir tahun," ujarnya.
Bapenda Kepri mencatat nilai tunggakan pajak kendaraan roda dua dan roda empat dalam lima tahun terakhir mencapai Rp146,4 miliar. Tunggakan pajak kendaraan bermotor pokok itu berasal dari pemilik 417.890 unit kendaraan.
Sementara pemilik dari 545.849 unit kendaraan roda dua dan roda empat di Kepri sudah membayar kewajibannya.
Baca juga:
Pemprov Kepri gelar pasar murah cegah inflasi
Wahyu Wahyudin minta Pemprov Kepri siapkan pelabuhan khusus ekspor
Pemkot Batam siapkan 6.500 kartu kendali pembelian BBM solar
Pemprov Kepri belum kenakan pajak kendaraan listrik
Pewarta : Nikolas Panama
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
