
Kepri buka keterisolasian dengan perbanyak akses jalan hingga internet

Tanjungpinang (ANTARA) - Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyebut upaya membuka keterisolasian daerah dengan memperbanyak akses jalan, listrik hingga internet seperti dilakukan untuk wilayah Kabupaten Lingga dan kawasan pulau terluar lainnya.
Menurut Ansar masih banyak jalan di Lingga yang perlu mendapatkan perhatian namun dengan kondisi APBD Kepri yang terbatas, maka penganggaran perbaikan jalan harus melibatkan pemerintah pusat.
"Selain berharap pada APBD, kami juga akan berjuang ke pusat untuk mendapatkan anggaran APBN lebih besar, sehingga jalan-jalan yang ada di seluruh Kepri termasuk Lingga cepat selesai," kata Ansar dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Lingga, Kepri, Rabu.
Baca juga:
Kajati Kepri apresiasi kinerja Gubernur Ansar wujudkan pembangunan daerah
Basarnas simulasi operasi SAR pencarian pesawat di Laut Anambas Kepri
Ia menyampaikan sejauh ini Pemprov Kepri melalui dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp1,4 miliar telah membangun infrastruktur jalan sepanjang 1,4 kilometer
yang menghubungkan antara kantor pusat Pemerintahan Kabupaten Lingga menuju ke Desa Kudung, Kecamatan Lingga Timur.
Kemudian, katanya, ada juga beberapa proyek peningkatan infrastruktur yang dilakukan Pemprov Kepri melalui Dinas pekerjaan Umum di Lingga selama 2022, di antaranya pembangunan jembatan Desa Marok Tua, gorong-gorong pada badan jalan di Desa Budus, jalan lingkungan/lingkar Desa Brindat di Kecamatan Singkep, serta jalan lingkungan/lingkar Kampung Sepincan di Kecamatan Lingga.
Selanjutnya pembangunan jalan simpang Rantau Panjang, jalan simpang Setajam ke Serteh, penanggulangan pasca bencana di ruas Jalan Musai ke simpang Kerandin, pembangunan Box Culvert ruas jalan Lingga Daik ke Musai dan pembangunan jalan lingkungan/ lingkar Desa Kote Kecamatan Singkep.
"Keseluruhan proyek infrastruktur ini memiliki pagu anggaran sebesar Rp23,9 miliar," ungkap Ansar.
Ansar menyatakan bahwa akses jalan yang nyaman akan sangat penting karena akan membuka dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
Baca juga:
Kamera jurnalis TV dirusak imigran saat liput demo di Kepri
UMK tujuh kabupaten/kota di Kepri tunggu tandatangan gubernur
Selain jalan sebagai infrastruktur fisik, lanjut dia, peningkatan aksesibilitas terhadap internet juga merupakan hal yang penting dalam mendukung kemajuan suatu daerah.
Dia menyampaikan Pemprov Kepri telah membangun 77 Base Transceiver Station (BTS) di sebagai penguatan jaringan daerah terluar dan terdepan. Adapun untuk di wilayah Lingga terdapat 28 titik BTS yang tersebar di Kecamatan Lingga Timur, Lingga Utara, Lingga, Selayar, Senayang, Singkep Barat dan Singkep Selatan.
"Dengan akses internet yang memadai, masyarakat bisa mengakses berbagai informasi serta mempercepat digitalisasi perekonomian bahkan digitalisasi pendidikan, sehingga anak-anak kita tumbuh menjadi generasi unggulan yang bisa jadi gubernur, bupati, dokter dan insinyur di kemudian hari," ucap Ansar.
Sementara untuk untuk masalah akses listrik, pihaknya melalui "Program Kepri Terang" sudah merealisasikan penyambungan listrik bagi rumah penduduk miskin sebanyak 5.499 unit.
Untuk di Lingga realisasi penyambungan listrik bagi rumah penduduk miskin sebanyak 1.563 unit (28,42 persen dari total realisasi se-Kepri.
Namun, saat kunjungan di Kecamatan Senayang, Lingga, Ansar menerima laporan dari masyarakat setempat ada pulau yang belum dialiri listrik.
"Saya minta Pemkab Lingga data masyarakat yang belum mendapatkan akses listrik agar Pemprov Kepri membantu penyambungan listriknya gratis bekerja sama dengan PLN, karena kita berkomitmen membuat Kepri terang hingga ke pulau-pulau," demikian Ansar.
Baca juga:
Pemkot Batam ajak mahasiswa bersiap sambut Generasi Emas 2045
1.427 bayi usia dua bulan di Batam sudah divaksin PCV
Polisi selidiki pemilik benda yang meledak di perumahan Batam
Kepri bentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana
Pewarta : Ogen
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
