
REI Kepri Harapkan DPR Tinjau Tarif Listrik

Tanjungpinang (ANTARA News) - Ketua Real Estat Indonesia Kepulauan Riau, Ahmad Mipon mengharapkan DPR meninjau kembali tarif listrik PLN yang dinilainya sangat murah sehingga perusahaan penyedia listrik itu belum sepenuhnya mampu melayani kebutuhan konsumen.
"Kami berharap DPR meninjau kembali harga listrik PLN yang sangat murah, agar krisis listrik bisa diatasi dan kebutuhan konsumen terpenuhi," kata Ahmad Mipon usai menghadiri Satu Hari Penyambungan Sejuta Pelanggan PLN se-Indonesia di Tanjungpinang, Rabu.
Dia mengatakan, tarif listrik yang murah menyebabkan PLN tidak berdaya memberikan pelayanan yang maksimal kepada pelanggan, apalagi untuk penyambungan baru karena PLN terus mengalami kerugian.
"Sehebat apapun PLN saat ini, itu hanya akan bertahan sampai 1-2 tahun ke depan. Setelah itu PLN akan terpuruk lagi karena tarif murah," katanya.
Dengan dinaikkannya tarif listrik, menurut dia PLN akan mampu memenuhi kebutuhan pelanggan dan masyarakat juga dinilainya mampu memenuhi kewajibannya.
"Saya mengimbau DPR RI sampai DPRD untuk meninjau kembali tarif listrik PLN dan manaikkan tarif listrik," katanya.
Dia mencontohkan di Batam, tarif regional listriknya lebih mahal daripada daerah lain di Kepulauan Riau maupun di seluruh Indonesia, namun konsumen mampu membayar dan PLN juga mampu menyediakan listrik sesuai kebutuhan pelanggan.
"Saya pikir masyarakat memahami itu, karena dengan tarif listrik yang murah saat ini PLN tidak mampu melayani konsumen karena terus mengalami kerugian. Diharapkan dengan naikknya tarif listrik tidak ada lagi pemadaman dan PLN mampu memenuhi kebutuhan konsumen," harapnya.
Untuk penyambungan baru sejuta pelanggan PLN yang dicanangkan hari ini, menurut dia anggota REI Kepri mendapat jatah 1.000 unit rumah dari 8.000 unit yang masuk dalam daftar tunggu.
"Masih ada kekeurangan 7.000 unit lagi dan kami harapkan PLN mampu melakukan penyambungan baru kedepannya," ujar Mipon.
PLN Cabang Tanjungpinang, dalam hari sejuta pelanggan telah melakukan penyambungan baru sebanyak 4.901 di Kepri kecuali Batam, 1.000 pelanggan baru diantaranya adalah untuk anggota REI.
Selama krisis listrik berlangsung, menurut dia anggota REI Kepri per bulannya mengalami kerugian mencapai Rp100 juta karena menanggung beban untuk memenuhi listrik konsumennya.
"Kami sangat terbebani dengan harus memenuhi listrik untuk konsumen, kami juga harus menyediakan genset dan menutup kekurangan biaya listrik curah dari PLN setiap bulannya," kata Mipon.
Dengan mulainya penyambungan baru oleh PLN, menurut dia REI Kepri kembali bergairah untuk melanjutkan pembangunan.(ANT-029/A013/Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
