
FPI Kecewa Terhadap Sebagian Media

Tanjungpinang (ANTARA News) - Front Pembela Islam merasa kecewa terhadap sebagian media massa dan elektronik yang hanya memberitakan pergerakan organisasi tersebut pada saat terjadi benturan di tempat hiburan malam.
Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Shihab, Selasa, di Tanjungpinang, mengatakan, berita yang dimuat di media massa dan elektronik tersebut hanya 10 persen dari seluruh pergerakan yang dilakukan FPI selama ini.
"Kami merasa dirugikan atas pemberitaan itu, karena telah membentuk opini masyarakat seolah-olah FPI itu organisasi radikal. Padahal, strategi pergerakan FPI mengutamakan dialog dan teguran melalui surat," ujar Habib Rizieq setelah menjadi narasumber dalam dialog interaktif di RRI Tanjungpinang.
Ia mengatakan, pergerakan FPI dalam merespons keluhan masyarakat terhadap aktivitas tempat hiburan malam dan perjudian di daerah tertentu lebih banyak dilakukan melalui dialog dan surat yang berisi desakan agar pemerintah setempat bertindak.
Pergerakan itu membuahkan hasil, karena pemerintah meresponsnya secara positif dengan menutup tempat hiburan malam dan perjudian yang meresahkan masyarakat.
Hampir seluruh pergerakan FPI dalam merespons keluhan masyarakat melibatkan wartawan. Namun kegiatan itu tidak diberitakan di media massa maupun elektronik.
Berita yang sering dimuat di media massa dan disiarkan di televisi swasta tertentu adalah pergerakan pada 2002-2003, sementara kegiatan yang positif yang dilakukan pada saat itu hingga sekarang tidak dimuat di media massa dan elektronik.
"Kami undang beberapa wartawan untuk mengikuti pergerakan kami, namun sangat disayangkan hal itu tidak dipublikasikan di media. Salah seorang wartawan menyatakan kepada saya bahwa kegiatan yang FPI lakukan tidak memiliki nilai berita," ungkapnya.
Habib Rizieq mengemukakan, FPI pernah mengeluhkan permasalahan itu kepada Dewan Pers, dan melakukan berbagai upaya untuk menetralisir berita-berita yang dinilai merugikan.
Strategi FPI dalam menetralisir berita media massa dan elektronik tertentu adalah dengan menyebarkan berita "kebenaran" yang dimuat pada ribuan selebaran dan disebarkan ke seluruh Indonesia.
"FPI juga memiliki 'website' yang dapat dikunjungi masyarakat," ungkapnya.
Ia mengatakan, FPI memiliki pedoman dalam melaksanakan kegiatan yaitu tidak melanggar hukum agama dan hukum negara. Bahkan strategi pergerakan FPI diatur dalam petunjuk pelaksana organisasi.
"Kader FPI itu tersebar di seluruh Indonesia. Mereka melakukan pergerakan berdasarkan petunjuk pelaksana organisasi," katanya.(ANT-NP/M027/Btm2)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
