
Porwil: Fitrawati Raih Emas Pertama Sumbar

Batam (ANTARA News) - Atlet lempar cakram putri Sumatea Barat Fitrawati berhasil menjadi peraih medali emas pertama bagi kontingennya di Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) VIII Sumatra di Batam, Kepulauan Riau, Selasa.
Bertanding di Stadion Temenggung Abdul Jamal, atlet yang pernah juara dua di Kejurnas Jatim Open beberapa waktu lalu itu, berhasil melakukan lemparan sejauh 34,88 meter.
Sementara itu medali perak pada nomor ini juga diraih atlet Sumbar Osa Sapitri dengan jauh lemparan 32,88 meter dan medali perunggu diraih atlet dari Provinsi Bangka Belitung, Rosmita dengan lemparan sejauh 31,89 meter.
Dalam nomor lempar cakram ini, Fitrawati bersaing dengan 18 atlet dari provinsi lain. Namun, dengan semangat juang yang tinggi, meski gagal mencapai lemparan terbaiknya sejauh 39,88, sukses menyingkirkan atlet dari delapan provinsi lainnya.
Menanggapi hasil yang diraih Fitrawati dan Osa Sapitri, Ketua Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Sumbar, Sengaja Budi Syukur mengatakan dengan hasil tersebut diharapkan menjadi semangat atlet lain untuk ikut menyumbangkan medali emas bagi kontingen Sumbar.
"Masih ada nomor lain yang berpeluang besar untuk menyumbangkan medali emas," katanya.
Pada hari pertama pelaksanaan cabang atletik ini, Sumbar menurunkan enam atlet, dua lempar cakram, satu lompat jauh, satu tolak peluru, satu lempar lembing dan satu lompat tinggi.
Namun, untuk lompat jauh yang menurunkan atlet Junaidi dan Ahmad tolak peluru gagal mewujudkan medali.
Sementara itu, nomor lempar lembing lewat atlet Mitrawati berhasil menyumbangkan medali perak yang melakuka lemparan sejauh 35,97 meter.
Untuk nomor lompat tinggi putera, Rengga Husada hanya berhasil menyumbangkan medali perunggu yang melompat setinggi 1,87 meter.
Pada nomor ini medali emas diraih Syahrial dari Aceh, yang melakukan lompatan setinggi 1,92 meter.
(ANT-A/A020/Btm1)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
