
Disdik Karimun Peringatkan Sekolah Tidak "Jual" Bangku

Karimun (ANTARA News) - Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau memperingatkan pihak sekolah untuk tidak melakukan praktik ''jual-beli'' bangku dalam penerimaan siswa baru tahun ajaran 2011-2012.
"Dengan tegas saya katakan jangan ada 'jual-beli'' bangku. Kami mengimbau masyarakat dan wartawan melaporkan jika ada pihak sekolah yang melakukan hal itu,'' kata Kepala Dinas Pendidikan Karimun, Harris Fadillah, di Tanjung Balai Karimun, Senin.
Harris tidak menampik kemungkinan praktik ''jual-beli'' bangku terjadi di sekolah-sekolah favorit.
''Kami akan pantau dan memonitor sampai penerimaan siswa baru ditutup. Pihak sekolah jangan coba-coba memanfaatkan kuota yang diberikan dengan memilih-milih siswa yang akan diterima,'' ucapnya.
Penerapan sistem kuota rentan terhadap praktik tersebut oleh oknum tertentu dengan menerima siswa dengan meminta imbalan tertentu, praktik tersebut sering terjadi di sekolah-sekolah favorit.
''Di sekolah favorit memang rentan karena menjadi incaran orang tua wali murid, kita mengharapkan peran aktif masyarakat untuk melaporkannya kepada kami,'' tuturnya.
Selain itu, dia juga meminta pihak sekolah tidak membeda-bedakan siswa yang mendaftar, semuanya harus diseleksi sesuai ketentuan.
''Tidak ada anak ''titipan''. Kalau pun ada, tetap diperlakukan sama dengan siswa yang lain,'' katanya.
Menurut dia, dalam penerimaan siswa baru tahun ini, pihak sekolah akan menyeleksi siswa yang mendaftar dengan sistem rangking.
''Pihak sekolah yang mengurut rangking paling tinggi dan terendah yang kemudian dicocokkan dengan kapasitas kelas. Dengan sistem ini, jangan sampai dimanfaatkan untuk mencari keuntungan,'' katanya.
Dia mengatakan, walaupun menerapkan sistem rangking, Disdik juga menginstruksikan setiap sekolah untuk tetap memprioritaskan anak yang tinggal di sekolah terdekat, terutama dari kalangan yang tidak mampu.
''Anak yang tinggal di sekolah terdekat harus tetap diprioritaskan, terutama yang tidak mampu dan kesulitan kalau harus bersekolah di tempat yang jauh,'' tuturnya.
Penerimaan siswa baru, baik SD, SMP maupun SMA, menurut dia sudah ditutup dan saat ini pihak sekolah sedang merekap jumlah siswa yang mendaftar.
Setelah direkap dan diurutkan berdasarkan rangking tertinggi hingga terendah, nama-nama siswa yang diterima diumumkan kepada masyarakat dalam pekan ini, kata dia.
Bagi siswa yang tidak diterima pada satu sekolah karena kuota penuh, maka akan diberi kesempatan untuk mendaftar ke sekolah lain yang masih kekurangan siswa pada pendaftaran gelombang kedua.
''Nanti ada pendaftaran gelombang kedua. Di situ akan dilihat sekolah mana yang kelebihan maupun kekurangan siswa. Biasanya masalah kelebihan atau kekurangan siswa hanya terjadi di Pulau Karimun Besar, sedangkan di pulau lain tidak masalah,'' katanya.
(ANT-RD/Btm1)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
