
Imigran Sri Lanka dalam Pengawasan Polair

Tanjungpinang (ANTARA News) - Imigran Sri Lanka yang saat ini berada di atas kapal di perairan Pelabuhan Sri Bintan Pura masih dalam pengawasan Kepolisian Perairan, kata Kepala Rumah Detensi Imigrasi Pusat Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, Sugiyo.
"Saya tidak mengetahui imigran tersebut mau dibawa ke mana, yang jelas masih di bawah pengawasan pihak Kepolisian Perairan Polda Kepulauan Riau (Polda Kepri)," kata Sugiyo yang dijumpai di pelabuhan internasional Sri Bintan Pura Tanjungpinang, Senin.
Dia mengatakan, imigran Sri Lanka yang berjumlah 87 orang tersebut belum di bawah pengawasan pihak Imigrasi atau Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) karena belum ada penyerahan dari pihak kepolisian.
"Imigrannya juga masih berada di kapal dan tidak mau turun, bagaimana ada penyerahan dari pihak kepolisian ke imigrasi," katanya.
Namun Sugiyo mengatakan, Rudenim Tanjungpinang masih bisa menampung 87 orang imigran tersebut karena kapasitas masih mencukupi.
"Rudenim saat ini dihuni 324 imigran dari berbagai negara, kalau 87 orang imigran Sri Lanka tersebut diserahkan kepada kami kapasitas Rudenim masih mencukupi," katanya.
Kapolresta Tanjungpinang, AKBP Suhendri membenarkan kalau imigran tersebut masih dalam pengawasan Direktorat Polda Kepri dan belum bisa diserahkan kepada pihak imigrasi.
"Kewenangannya ada di Direktorat Polair Polda Kepri, karena mereka itu masih tangkapan Polda Kepri," ujar Suhendri.
Pantauan wartawan ANTARA di kapal imigran, terlihat sejumlah anggota Polair dengan senjata lengkap dan dua kapal patroli mengawal aktivitas imigran.
Sejumlah imigran juga langsung menggelar poster berisi permintaan untuk tinggal di Selandia Baru kepada wartawan yang menghampirinya.
"Kami tidak akan turun, kami ingin ke Selandia Baru," ujar imigran.
Dari informasi yang diperoleh, imigran tersebut bisa bertahan selama satu bulan ke depan di atas kapal karena masih memiliki stok sembako.
(ANT-HM/N005/Btm3)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
