Logo Header Antaranews Kepri

Polisi: Pemilik Tas Belum Terlacak Karena CCTV Mati

Selasa, 4 Oktober 2011 17:38 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Pelacakan pemilik tas misterius berisi baju yang sebelumnya diduga berisi barang berbahaya di tempat pemberhentian bus Simpang Kara Batam tidak bisa dilakukan karena kamera pengawas di sekitar wilayah tersebut mati.

"Kamera pengawas (CCTV) di simpang lampu merah sekitar 20 meter dari pemberhentian bus mati sejak delapan bulan lalu. Jadi kami tidak bisa melacak melalui rekaman CCTV tersebut," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polresta Batam Rempang Galang (Barelang) Kompol Yos Guntur di Batam, Selasa.

Padahal, Guntur menambahkan, polisi berharap orang yang meletakkan tas misterius tersebut bisa segera diketahui melalui rekaman CCTV.

"Tanpa rekaman tersebut kecil kemungkinan pemilik bisa diketahui. Kami hanya berharap ada petunjuk dari isi tas yang sempat diledakan tersebut," tambah dia.

Namun demikian, kata Guntur, polisi masih terus mengumpulkan bukti-bukti di tempat kejadian serta meminta keterangan warga sekitar untuk mengungkap pemilik tas perjalanan warna coklat tersebut.

"Walau kemungkinan menemukan pelaku kecil, kami masih terus berupaya mengungkap kasus ini," ujar Guntur.

Senin (3/10) petang, Tim Gegana Brimob Polda Kepulauan Riau meledakkan tas perjalanan misterius yang diamankan dari tempat pemberhentian bus Simpang Kara Kota Batam.

Tas cokelat tersebut mencurigakan dua orang perempuan yang mengaku sudah melihat selama sekitar setengah jam tanpa pemilik sehingga melapor ke kepolisian, kata Kapolsek Batam Kota, Kompol Heryana, Senin malam.

Tim Gegana yang datang sekitar pukul 17.30 WIB membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk meneliti tas sebelum meledakan karena ratusan warga sejak sekitar pukul 17.00 WIB berdatangan dan ingin melihat dari dekat apa isi tas tersebut.

Masyarakat yang penasaran terus merangsek masuk walaupun polisi telah memasang garis dengan radius sekitar 30 meter dari tas yang diantisipasi sebagai bom.

"Kehati-hatian tim gegana juga dikarenakan pada seberang halte tersebut merupakan Kawasan Industri Cammo. Di dalam kawasan industri tersebut banyak terdapat barang-barang berbahaya dan mudah meledak," kata Kapolsek.

(L/Z003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026