Logo Header Antaranews Kepri

Petani Cengkeh Natuna Minta Penyuluhan

Sabtu, 3 Maret 2012 16:09 WIB
Image Print

Natuna (ANTARA Kepri) - Petani cengkeh meminta kepada dinas terkait guna memberikan penyuluhan demi peningkatan hasil produksi cengkeh yang kian lama kian menurun.

Demikian diungkapkan oleh Ibrahim (45), Sabtu di Kecamatan Midai yang merupakan daerah penghasil cengkeh
terbesar di Kabupaten Natuna.

"Hasil panen kami mengalami penurun setiap tahunnya, ini disebabkan kami tidak berani dalam memberikan pupuk," keluhnya.

Selanjutnya, ia mengungkapkan petani kebanyakan takut untuk memberikan pupuk. "Mereka takut tanamannya mati karena pemupukan yang tidak diketahui takarannya," jelasnya.

Karena itu, petani cengkeh mohon dinas memberikan perhatian dalam bentuk penyuluhan. "Kami takut tanaman kami mati, karena tidak mengetahui takaran yang pas dalam memberikan pupuk," paparnya.

Ibrahim yang memiliki kebun cengkeh 30 batang dengan jarak delapan meter setiap batangnya dengan hasil panen 300 kg/tahun.

"Itupun sekarang hasilnya sudah menurun, bahkan kadang dalam setahun beberapa batang tidak berbuah," sebutnya.

Dia mengatakan, selain produksinya menurun, tetapi juga daun pohon cengkeh tampak layu, untuk itu hendaknya dinas terkait memberikan perhatian.

"Inilah juga menjadi persoalan bagi kami," katanya sambil meminta dinas terkait segera turun ke Kecamatan Midai.

Karena, selain penghasil cengkeh terbesar se-Kabupaten Natuna, tentunya juga otomatis sebagai salah satu sumber utama mata pencaharian masyarakat Kecamatan Midai.

Saat ini, harga cengkeh berkisar Rp80.000 hingga Rp100.000/kg. "Dulunya setiap tahun kami panen, namun sekarang tidak lagi," keluhnya.

Setiap tahun, Kecamatan Midai menghasilkan ratusan ton bahkan hingga mencapai seribu ton per tahun. "Tak salah jika Midai terkenal dengan cengkehnya," sebutnya.

(KR-RST/S006)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026