Logo Header Antaranews Kepri

Gebrak Minta Presiden Kecualikan Batam Terkait BBM

Kamis, 29 Maret 2012 15:27 WIB
Image Print
Sekitar seratus pengunjuk rasa memadati halaman kantor Wali Kota Batam, Kamis (29/3) menolak kenaikan harga bahan bakar minyak, Ketua LSM Gebrak Uba Ingan Sigalingging mengatakan warga Batam menolak kenaikan harga BBM karena Batam tidak pernah meneri

Batam (ANTARA Kepri) - Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Bersama Rakyat meminta Presiden mengecualikan Batam terkait rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak.

"Batam ini berbeda dengan daerah lain," kata Ketua LSM Gebrak Uba Ingan Sigalingging dalam unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di Batam, Kamis.

Menurut Uba, warga Batam tidak pernah menerima subsidi listrik dan air kecuali minyak, sehingga tidak adil jika pemerintah mencabut subsidi BBM untuk Batam.

"Air dan listrik Batam dikelola swasta, tidak disubsidi pemerintah," kata dia.

Listrik Batam dikelola PT Pelayanan Listrik Nasional yang merupakan anak perusahaan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

Tarif listrik yang berlaku di Batam juga bukanlah tarif dasar listrik (TLB), melainkan tarif listrik Batam (TLB).

"Listrik Batam tidak disubsidi," kata dia.

Air Batam juga tidak disubsidi pemerintah, karena distribusi air bersih diupayakan PT Adhya Tirta Batam.

Ia mengatakan dengan pembedaan subsidi air dan listrik, selayaknya Batam mendapatkan pengecualian dalam kenaikan harga BBM.

Sementara itu, unjuk rasa yang dilakukan LSM Gebrak di Kantor Wali Kota Batam berlangsung tertib.

Rencananya, usai dari Kantor Wali Kota, aktivis LSM akan berunjuk rasa ke Kantor Pertamina Batam.

(Y011/Y008)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026