
Imigrasi Batam: Tidak Ada Eksodus WNA

Batam (ANTARA Kepri) - Imigrasi Batam menyatakan tidak ada eksodus warga negara asing pascakerusuhan di Batam, Kepulauan Riau, pada Senin (18/6).
"Tidak ada eksodus WNA," kata Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Batam, Santoso, di Batam, Selasa.
Ia mengatakan arus keluar masuk warga negara asing di imigrasi normal, tidak ada gerakan berlebihan dari warga dalam maupun luar negeri yang berbondong-bondong meninggalkan Batam.
Menurut dia, kerusuhan hanya berpengaruh di sekitar lokasi kejadian dan tidak melebar ke tempat lain.
"Pengaruhnya hanya di sekitar hotel saja, yang menginap pindah," kata dia.
Senada dengan Santoso, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan mengatakan Batam tetap kondusif.
"Tidak ada eksodus, semuanya normal," kata dia.
Wali Kota mengatakan ia sudah berbincang secara langsung kepada beberapa turis asing.
"Kemarin (Senin) saya berbincang dengan turis asal Australia yang istrinya yang orang Filipina. Mereka bilang, tidak terpengaruh dengan kejadian itu dan tetap akan liburan di Batam," katanya.
Sementara itu, sebanyak 150 prajurit Brimob Kelapa Dua, Depok yang diperbantukan untuk pengamamanan kondisi Kota Batam, Kepulauan Riau pascakerusuhan antar-dua kelompok massa di Planet Holiday Hotel Senin sore telah tiba di Batam, Selasa siang.
Kapolda Kepulauan Riau, Brigjen Yotje Mende mengatakan, saat ini seluruh petugas tersebut telah menyebar di seluruh wilayah Batam untuk membantu pengamanan kota.
"Sampai di Batam mereka langsung bergabung dengan petugas dari Polresta dan Polda membantu pengamanan kota. Termasuk pengamanan Planet Holiday Hotel yang menjadi tempat kerusuhan," kata Brigjen Yotje Mende.
Akibat kerusuhan itu, seorang meninggal dan 10 orang luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.
Kerusuhan tersebut dipicu sengketa lahan seluas 3,5 hektare di kawasan Batumerah, Batuampar, Kota Batam, antara dua kelompok massa yang pekan lalu telah diputuskan oleh Pengadilan Negeri Batam. Namun pihak yang kalah mengajukan kasus tersebut ke Pengadilan Tinggi Kepri. (Y011/A023)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
