
Gubernur Minta Aksi Buruh Batam Berlangsung Damai

Batam (ANTARA Kepri) - Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani meminta aksi buruh di Batam, Bintan dan kabupaten kota lain di provinsi itu pada Rabu (3/10) berlangsung damai.
"Kami harap unjuk rasa besok damai," kata Gubernur di Batam, Selasa.
Unjuk rasa, kata dia, merupakan hak asasi buruh. Namun seyogyanya disampaikan dengan santun dan tertib.
Ia berharap agar unjuk rasa tidak berujung pada kerusuhan massal, seperti yang terjadi akhir tahun lalu.
"Mari kita jaga kondusivitas tempat kita, agar investor tidak hengkang, yang rugi kita semua juga," kata Gubernur.
Menurut Gubernur, pemerintah pusat sudah membuat keputusan tentang "outsourcing", seperti yang dituntut buruh.
Ia mengatakan sudah berhubungan langsung dengan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang menyatakan adanya pembatasan bidang outsourcing di Indonesia.
"Terkait dengan 'outsourcing' akan keluar Permen, sudah ditelepon langsung Menaker. Ini tidak bohong," kata dia.
Ia mengatakan lima bidang yang boleh melalui 'outsourcing' adalah bidang keamanan (security), transportasi, "cleaning sevice" dan perminyakan pertambangan dan katering.
Jika Peraturan Menteri sudah keluar, kata dia, maka pemerintah daerah akan segera menerapkannya.
"Kalau Permen sudah keluar dan berjalan, tuntutan buruh akan terjawab. Tapi kalau besok mau disampaikan aspirasi buruh, tidak apa," kata dia.
Pemerintah provinsi melakukan rapat bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Batam untuk mengantisipasi demo buruh.
Berdasarkan laporan, sekitar 4.000 pekerja akan turun berunjuk rasa di Batam.
Wali Kota Batam Ahmad Dahlan mengatakan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan pekerja agar unjuk rasa tidak dilakukan demi kondisi keamanan kota.
"Minta tidak turun. Tapi, 'kan mereka perlu menyampaikan aspirasinya," kata dia. (Y011/A013)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
