Logo Header Antaranews Kepri

Penyerapan KUR di Kepri Rendah

Senin, 19 November 2012 20:09 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Penyerapan dana kredit usaha rakyat (KUR) di Provinsi Kepulauan Riau dinilai rendah karena masih banyak dana yang tidak disalurkan.

"Tahun kemarin saja, dana KUR tersisa Rp5 triliun. Itu tidak tersalurkan," kata anggota Komisi II DPRD Kepri Ahars Sulaiman di Batam, Senin.

Menurut Ahars, kecilnya serapan KUR di Kepri akibat ketidaktahuan warga akan berbagai syarat dan mekanisme penyaluran kredit.

Pelaku UKM, kata dia menegaskan, tidak memanfaatkan dana dari Bank Indonesia karena kurang paham proses dan rencana pengembangan usaha. Padahal, itu satu syarat pencairan kredit.

"Karena kendala itu pemerintah diharap menyediakan pengusaha atau interpener baru," katanya.

Padahal pelaku UKM membutuhkan suntikan dana dari perbankan untuk mengembangkan usaha.

"Sayang bila dana yang ada tidak dimanfaatkan," kata dia.

Ia mengatakan, Pemprov Kepri harus ikut mendorong pengembangan usaha kecil dan menengah untuk mendorong KUR.

"Pemerintah punya tugas menyiapkan pelaku usaha baru. Bagaimana biar UKM bisa mengakses dana yang lebih besar. Agar mendapat dana lebih besar," kata dia.

Untuk mendorong UKM, kata dia, perlu diadakan pelatihan kepada pelaku usaha untuk mengembangkan usaha dan mendapatkan fasilitas KUR.

Pelatihan yang perlu diberikan pemerintah antara lain manajemen usaha, manajemen dan perbankan.

"Adakan anggaran pelatihan pada APBD 2013 untuk memfasilitasi pemanfaatan KUR," kata dia.

DPRD siap membantu penganggaran pelatihan agar penyerapan dana KUR maksimal.

Dalam menyalurkan KUR, kata dia, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perdagangan dan Perindustrian hingga Badan Penanaman Modal harus bersinergi mengembangkan UKM.

"Harus kerja sama banyak pihak agar UKM berkembang dengan baik," kata dia. (ANTARA)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026