PLN Batam ingatkan warga tak main layangan dekat jaringan listrik

id kepri batam,pln batam,listrik,imbauan

PLN Batam ingatkan warga tak main layangan dekat jaringan listrik

Tampak depan gedung PT PLN Batam di Batam Centre, Kepulauan Riau. (ANTARA/ Amandine Nadja)

Batam (ANTARA) - PT PLN Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mengingatkan warga kota itu untuk tidak bermain layang-layang di dekat jaringan transmisi tenaga listrik karena membahayakan.

Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PT PLN Batam, Novi Hendra mengatakan bermain layangan terlalu dekat dengan jaringan listrik dapat mengakibatkan arus pendek (korsleting), gangguan pasokan listrik, dan risiko tersengat listrik yang membahayakan keselamatan jiwa.

"Karena sangat berbahaya, maka kami mengajak masyarakat untuk tidak bermain layangan dekat dengan jaringan listrik," kata dia saat dikonfirmasi di Batam, Rabu.

Baca juga: PLN Batam bangun kolam bioflok wujudkan komitmen pada keberlanjutan

Larangan bermain layang-layang dekat jaringan listrik juga diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) No. 13 Tahun 2025 tentang Ruang Bebas Jaringan Transmisi Tenaga Listrik dan Kompensasi Atas Tanah, Bangunan, dan/atau Tanaman yang Berada di Bawah Ruang Bebas Jaringan Transmisi Tenaga Listrik.

"Ayo lindungi diri, keluarga, dan pasokan listrik kita semua dengan tidak bermain layangan di area jaringan listrik tegangan tinggi," kata Novi Hendra.

Bermain layang-layang menjadi aktivitas favorit sebagian warga Batam dalam beberapa waktu terakhir ini.

Tidak hanya anak-anak, orang dewasa pun kedapatan ikut bermain layang-layang.

PLN Batam menegaskan tidak melarang warga bermain layang-layang. Namun jangan di dekat jaringan listrik.

Baca juga:
PLN Batam bangun fasilitas dan aksi penghijauan di kawasan agrowisata

KJRI Johor ingatkan PMI bekerja secara prosedural supaya terlindungi

Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE