Logo Header Antaranews Kepri

BC Tanjungpinang Bantah Amankan Heroin

Senin, 7 Januari 2013 21:45 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Bea dan Cukai Tanjungpinang, Kepulauan Riau membantah pihaknya telah mengamankan seorang berinisial K alias A yang kedepatan membawa bubuk heroin dari Singapura dengan menumpang kapal MV Wave Master pada Minggu (6/1) sekitar pukul 14.30 WIB.

"Jadi pemberitaan sejumlah media cetak maupun elektronik yang menyebut kami mengamankan heroin seberat 1,3 atau 1,5 kg dari penumpang kapal MV Wave Master dari Singapura itu tidak benar," kata Kepala Bea dan Cukai Tanjungpinang, Hari Prabowo di Tanjungpinang, Senin.

Hari mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium Balai Pengujian dan Identifikasi Barang Bea dan Cukai di Jakarta terhadap bubuk berwana putih kekuning-kuningan yang dibawa A dari Singapura itu dinyatakan tidak menandung narkotika atau psikotropika.

"Bubuk seberat 1 kg itu adalah bahan untuk menghilangkan jamur atau penyakit pada ikan yang biasa dibeli A di Singapura. bubuk itu di Singapura juga dijual bebas dan tidak dilarang masuk Indonesia," ujar Hari.

Pihaknya dari awal juga kurang yakin A membawa heroin dari Singapura, apalagi warga Tanjungpinang itu bersama anak dan istrinya.

"Melihat negara kedatangannya kami sudah kurang yakin, apalagi A bersama anak dan istrinya. Beruntung A mau kooperatif dan memahami tugas Bea Cukai," ujar Hari.

Untuk memastikan itu adalah bubuk untuk penghilang jamur pada ikan, Bea Cukai Tanjungpinang menurut dia juga mendatangai kediaman A yang memang memiliki kolam ikan hias yang selalu diberi bubuk mengandung senyawa organik tersebut.

"Satu gram bubuk itu untuk kolam ikan yang memiliki air sekitar satu ton," ujarnya.

Namun demikian, Bea dan Cukai Tanjugpinang menurut Hari tetap memperketat pengawasan terhadap barang bawaan penumpang dari luar negeri, karena beberapa bulan terakhir sejumlah penumpang kedapatan membawa heroin dan shabu-shabu dari Malaysia.

"Pengawasan kami akui memang sedikit lemah di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura, karena sejumlah kendala, termasuk terminal yang sempit," ujarnya.

Selain itu, para porter pelabuhan yang langsung masuk sampai ke kapal penumpang menurut dia juga menjadi salah satu kendala dan harus ditertibkan.

"Sebenarnya standar operasioalnya sudah jelas, ya kami meminta semua pihak untuk menjalankan itu, termasuk Pelindo," ujarnya.(*)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026