
Pertamina Perketat Penyaluran Solar Batam

Batam (ANTARA Kepri) - Pertamina memperketat penyaluran solar di Kota Batam Kepulauan Riau karena kuota bahan bakar bersubsidi itu dikurangi.
"Penyaluran solar memang direm, karena dari awal kuota dikurangi," kata Sales Area Manager Kepulauan Riau Region I Sumatera Bagian Utara Pertamina I Ketut Permadi di Batam, Rabu.
Pertamina, kata dia, harus mengikuti ketentuan kuota untuk wilayah Kepri yang berkurang dari 147.847 kiloliter pada 2012 menjadi 141.945 kiloliter sepanjang 2013.
Pertamina harus menjalankan kuota itu dan menjaganya agar penyaluran tidak melebihi.
"Penyaluran tidak mulus seperti tahun kemarin, karena over tinggi," kata dia.
Meski mengerem pasokan solar, namun penyalurannya tetap saja melebihi kuota yang ditetapkan pemerintah, karena permintaan warga yang besar.
Hingga 19 Februari 2013, Pertamina mencatat penyaluran solar bersubsidi sudah melebihi kuota hingga delapan persen, kata Ketut tanpa menyebut besaran distribusi.
"Pengereman" pasokan solar menyebabkan kekurangan energi di beberapa SPBU beberapa pekan terakhir.
Selain karena "pengereman" pasokan, Ketut mengatakan kelangkaan solar terjadi karena distribusi yang kurang lancar setiap awal pekan.
Ia menjamin pasokan solar di Kota Batam Kepulauan Riau kembali lancar setelah selama beberapa pekan selalu tersendat.
"Pekan depan tidak akan ada antrean," kata dia.
Distribusi BBM di akhir pekan memang tidak berjalan karena petugasnya libur.
Namun, ke depannya, Pertamina berkomitmen akan memperbaiki pola distribusi agar tidak ada kekosongan BBM setiap awal pekan.
Ia mengatakan Pertamina akan menjalankan prosedur tetap yang disepakati dengan Pemerintah Kota Batam, yaitu dengan menyalurkan BBM berlebih setiap Sabtu dan membatasi penjualan pada Minggu.
Staf ahli Wali Kota Batam Ahmad Hijazi meminta Pertamina tetap menjalankan protap penyaluran solar dan premium setiap pekan untuk menghindari antrean panjang di awal minggu.
"Kalau protap dijalankan tidak akan ada antrean," kata mantan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral yang mengundurkan diri itu. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
