Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mendapatkan Dana Insentif Fiskal (DIF) tahun anggaran 2025 senilai Rp5,9 miliar dari pemerintah pusat atas komitmen mewujudkan Bintan zero stunting.
Bupati Bintan Roby Kurniawan mengapresiasi seluruh pihak terlibat yang fokus pada percepatan penurunan stunting di daerah tersebut. Pihaknya berkomitmen semakin gencar melakukan intervensi stunting lewat berbagai program dan inovasi.
"Capaian hari ini merupakan buah dari semangat, kerja keras, dan kerja cerdas, seluruh jajaran dari lintas sektoral, tenaga kesehatan, kader-kader posyandu, maupun seluruh elemen yang aktif berkontribusi menurunkan angka stunting di Bintan," kata Bupati Roby di Bintan, Kamis.
Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 330 Tahun 2025, Bintan menjadi salah satu dari 50 daerah yang mendapatkan apresiasi dan penerima DIF senilai total Rp300 miliar, yang terdiri atas tiga provinsi, 38 kabupaten, dan sembilan kota se-Indonesia.
DIF tersebut diserahkan langsung Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka kepada Bupati Bintan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, pada Rabu (12/11).
Penetapan penerima DIF merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada daerah yang menunjukkan kinerja baik dalam upaya menurunkan prevalensi stunting, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 71 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Baca juga: Dinkes Tanjungpinang berikan PMT untuk balita & ibu hamil cegah stunting
Penghargaan ini diberikan berdasarkan penilaian pada dimensi input, proses, dan output, antara lain integrasi target penurunan stunting dalam RKPD, capaian pelaksanaan aksi konvergensi tahun 2025, lalu persentase keluarga sasaran yang melakukan registrasi melalui aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil).
Selain itu ada pula balita yang dipantau pertumbuhannya, realisasi tertimbang belanja penandaan stunting, ibu hamil yang mendapatkan pemeriksaan kehamilan, serta persentase peserta KB pasca-persalinan, hingga capaian imunisasi lengkap pada anak baduta (bawah dua tahun).
"Kami berupaya maksimal mendukung program-program nasional demi mewujudkan generasi Indonesia Emas 2045 yang sehat, cerdas, dan bebas stunting," ucap Bupati Roby.
Berdasarkan data Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) hingga Desember 2024, angka stunting di Bintan sebesar 3,11 persen atau 314 kasus. Angka tersebut merupakan penurunan selama lima tahun terakhir, dimana angka stunting pada tahun 2020 tercatat sebesar 11,20 persen atau 871 kasus.
Baca juga: DP3AP2KB Batam kenalkan menu sehat untuk gizi balita
Baca juga: Pemkot Batam gelar demo masak guna cegah anak stunting

Komentar