
Pencemaran Udara di Batam Memburuk

Batam (Antara Kepri) - Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah Kota Batam Dendi Purnomo mengimbau warga menggunakan masker pernafasan bila ke luar rumah karena pencemaran udara semakin memburuk pada Rabu malam.
"Bapedalda mengimbau warga untuk tidak terlalu banyak beraktivitas di luar rumah, dan jika di luar rumah sebaiknya memakai masker," kata Dendi di Batam, Kepulauan Riau.
Berdasarkan data pengujian kadar yang dilakukan Bapedalda Batam, konsentrasi debu terus meningkat sejak Rabu pagi hingga malam. Data yang diambil pukul 18.00 WIB menunjukkan konsentrasi mencapai 650 mikrogram/m3, jauh di atas ambang normal 230 mikrogram/m3.
Menurut Dendi, makin tingginya kadar debu disebabkan kelembaban udara yang makin meningkat sehingga asap relatif terbawa ke bawah.
Pada hari normal, berdasarkan pemantauan kadar debu (TSP) yang dilakukan Bapedalda Kota Batam di 12 kecamatan, kadar debu Batam hanya sekitar 50-70 mikrogram/m3. Namun sejak tiga hari yang lalu, angka TSP menyentuh di atas 100 mikrogram/m3.
Sementara itu, otoritas Bandara Hang Nadim mencatat 194 titik api yang tersebar di Sumatera bagian Barat.
Menurut Kepala Keselamatan Penerbangan Bandara Hang Nadim Indah Irwansyah, kebakaran hutan dan lahan di Sumatera menyebabkan kabut asap di Batam.
Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya saat mengunjungi Batam meminta pelaku pembakaran hutan Sumatera diproses secara hukum, karena menyebabkan pencemaran udara ke beberapa daerah lain, bahkan sampai ke negara tetangga.
"Penjara saja orang yang bakar itu. Jangan ambil gampang saja, membakar untuk menanam" kata Menteri seusai membuka Rapat Kerja Nasional Analisis Mengenai Dampak Lingkungan di Batam, Rabu.
Menurut Menteri, membakar hutan untuk ditanam kembali merupakan tindakan tidak bertanggung jawab. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
