
RAPBD Natuna 2014 Defisit Rp100 Miliar

Natuna (Antara Kepri) - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Natuna tahun 2014 mengalami defisit sebesar Rp100 miliar.
"Berdasarkan estimasi pendapatan anggaran tahun 2014 ini, adalah sebesar Rp1,266 triliun. Sedangkan rencana belanja daerah lebih tinggi, yaitu Rp1,366 triliun, sehingga terjadi defisit senilai Rp100 miliar," kata Bupati Natuna Ilyas Sabli dalam pidato pengantar Nota Keuangan dan RAPBD 2014 dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Natuna, Rabu (19/2).
Dikatakan Ilyas, RAPBD Natuna 2014 senilai Rp1,266 triliun tersebut, terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp38 Miliar, Dana Perimbangan Rp1,154 triliun, serta pendapatan lain-lain yang sah Rp73 Miliar.
Dia menjelaskan, PAD sebesar Rp38 miliar itu bersumber dari pajak daerah dan retribusi. Sedangkan dana Perimbangan sebesar Rp1,154 triliun berasal dari Dana Bagi Hasil pajak dan bukan pajak, Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang masing-masing sebesar Rp187 miliar.
Ilyas Sabli dalam pidatonya itu juga mengatakan, sesuai amanat Peraturan Pemerintah nomor 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan RAPBD Natuna tahun 2014, disusun berdasarkan pedoman Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang disinkronkan dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP).
Kemudian kata dia lagi, RAPBD 2014 ini harus menurut perkiraan dasar (Baseline) dengan memperhatikan pertumbuhan ekonomi terkini serta mengacu kepada kebijakan fiskal yang ditentukan pemerintah pusat.
"Secara umum, substansi APBD Natuna sangat dipengaruhi perkembangan ekonomi pemerintah pusat. Oleh karena itu, perlu pemantauan secara internsif dan aktual agar RAPBD bisa diimplementasikan secara nyata di tengah masyarakat," pungkasnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
