Logo Header Antaranews Kepri

Direktur Operasional SPBU PT OKBS Terlibat

Rabu, 13 Agustus 2014 21:47 WIB
Image Print

Karimun (Antara Kepri) - Tokoh masyarakat Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Prisman Lalela, mengungkapkan kuat dugaan Direktur Operasional SPBU di jalan Soekarno Hatta, Tanjung Balai Karimun, Irwanto, terlibat aksi penyelewengan BBM bersubsidi.

"Kami memiliki sejumlah saksi yang mengintip dan menyaksikan langsung aksi penyalahgunaan wewenang sejumlah petugas SPBu yang ditangkap oleh jajaran Satuan Intelkam Polres Karimun, Selasa malam sekitar pukul 19.30 WIB. Kami sangat menyayangkan polisi belum menahan Irwanto," ucapnya di Tanjung Balai Karimun, Rabu

Prisman menjelaskan sebenarnya aksi mengintip perilaku petugas SPBU tersebut sudah dilakukannya bersama sejumlah masyarakat sejak Rabu (6/8) lalu.

"Aksi itu kami lakukan bersama, karena kami merasa sudah sangat tersakiti, terkait benar-benar raibnya BBM bersubsidi di Karimun, sejak tujuh hari menjelang Idul Fitri lalu hingga kini,"jelasnya.

Dia menuturkan, tidak sedikit jumlah masyarakat yang geram dengan perilaku para petugas SPBU.

"Biasanya kuota yang mereka pasok baik premium dan solar bisa bertahan hingga satu minggu atau tujuh hari, namun sejak tiga tahun terakhir ini sudah sangat sering SPBU satu-satunya itu kehabisan stoknya. Berdasarkan kondisi tersebut kami menduga ada 'permainan' distribusi yang dilakukan oleh petugas SPBU sendiri dan kami pun sepakat langsung turun tangan mengawasi distribusi bbm bersubsidi," tuturnya.

Menurut dia kesepakatan yang dijalinnya bersama sejumlah masyarakat tidak sia-sia.

"Selasa sekitar pukul 19.30 WIB orang-orang kami berhasil menangkap 'basah' sejumlah personel SPBU yang melakukan penyelewengan premium bersubsidi, setelah menjumpai kejadian itu, kami melaporkan aksi tersebut ke polisi. Tidak berapa saat kemudian polisi langsung mengamankan 4 pelaku, masing-masing Kepala SPBU, Yayan, berikut dua operatornya Deri dan Fitra alias Komar, serta Bambang (30) warga Perumahan Taman Anggrek," paparnya.

Dia mengungkapkan dari tangan para pelaku polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa tujuh jerigen berukuran 30 liter berisi premium dan 34 botol air mineral ukuran 1,5 liter berisi premium.

Pada kesempatan itu, ia juga menuturkan dengan rinci pengintaian aksi petugas SPBU yang dilakukan oleh masyarakat.

Sekitar pukul 19.30 WIB, sekitar 30 menit setelah SPBU tutup, Kepala SPBU Yayan berada di dekat tangki timbun milik SPBU, selanjutnya dua operator mengisi premium ke sejumlah jerigen masing-masing berukuran 30 liter, Irwanto Direktor Operasional SPBU, turun mengangkat jerigen kosong ke pompa yang digunakan oleh operator.

Ketika Bambang ditangkap polisi, meski sudah berada di gerbang keluar SPBU, Irwanto tidak jadi keluar SPBU, dia kembali memarkirkan mobil taruna yang dikendarainya dan masuk ke kantor SPBU.

"Kami punya saksi terhadap aksi yang dilakukan para oknum petugas SPBU itu, termasuk yang dilakukan Direktur Operasional SPBU Irwanto, dan kami ingin aksi penyelewengan distribusi bbm bersubsidi itu diurai polisi sampai tuntas, jika perlu hingga ke Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perusda dan pejabat yang mendapat mandapat sebagai Dewan Pengawas Perusahaan Daerah (Perusda), karena PT OKBSselaku pengelola SPBU tersebut adalah anak Perusda, karena aksi yang mereka lakukan sudah berlangsung sejak lama," tuturnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan disebabkan aksi penyelewengan itu sudah berlangsung sejak lama dan tidak pernah terungkap.

"Kami menduga kegiatan itu melibatkan banyak pihak," jelasnya.

Lolos

Masih pada kesempatan itu Prisman Lalela mengatakan, sebelumnya pihaknya juga hampir menangkap basah mobil yang diisi petugas SPBU setelah SPBU tutup

"Kalau tidak salah mobil yang digunakan pelaku juga avanza warna hitam, namun BP-nya kami tidak ingat. Sempat bersama-sama kami mengejar mobil itu, namun mobil itu lolos di pertigaan jalan Wonosari, Kecamatan Meral. Kejadian itu Sabtu malam sekitar pukul 12.45 WIB," katanya.

Dia menuturkan kedua kalinya, Senin malam sekitar pukul 21.00 WIB ada mobil plat merah yang digunakan untuk kendaraan operasional Perusda digunakan pelaku untuk transfer premium ke mobil lainnya.

"Lokasinya di dekat Sekolah Taman Kanak-Kanak Cendikia di belakang SPBU, disana kondisinya pada malam hari sangat gelap, sehingga kami tidak dapat mengetahui secara rinci wajah pelaku dan kedua jenis mobil yang digunakan, kecuali hanya mobil operasional Perusda, karena berwarna biru," tuturnya.

Dia berpendapat, meski SPBU itu sejak beberapa hari lalu mendapat pengawalan ketat dari polisi, namun para personil SPBU tetap nekat melakukan aksinya tanpa ada khawatir sedikitpun dengan ancaman hukum.

"Melihat keberanian mereka bermain. Kami menduga sebelumnya SPBU di kawal ketat polisi aksi yang mereka lakukan tentu lebih luar biasa lagi. Wajar SPBU itu selalu kehabisan stok, perampoknya dilakukan oleh orang dalam sendiri," katanya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026