Logo Header Antaranews Kepri

Gubernur Kepri Sampaikan Kuliah Umum Kemaritiman

Sabtu, 14 Maret 2015 08:12 WIB
Image Print

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) HM Sani menyampaikan materi terkait potensi kemaritiman kepada ratusan mahasiswa yang menghadiri kuliah umum di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang, Jumat.

"Masyarakat Kepri hidup dan kehidupannya selalu berhubungan dengan laut. Ini sudah dilakukan sejak abad ke-17, yakni yang dilakukan oleh Raja Haji Fisabilillah yang saat ini telah menjadi Pahlawan Nasional," kata Sani yang sudah tiga kali mengisi materi dalam kuliah umum di UMRAH.

Dia mengemukakan potensi maritim Kepri besar, karena 96 persen wilayah ini terdiri dari perairan. Kekayaan yang terkandung di perairan Kepri berlimpah, namun belum digarap secara maksimal.

"Oleh karenanya mari kita gali potensi itu secara bersama dengan berbagai daya dan upaya yang ada, agar kesejahteraan yang kita impikan bagi masyarakat Kepri bisa terwujud secara utuh," kata Sani.

Selain memiliki potensi maritim, lanjutnya letak geografis Kepri juga strategis. Karena itu, Kepri dilirik oleh investor asing.

Pemerintah Kepri pun menangkap peluang itu untuk kepentingan masyarakat. Salah satu fasilitas yang disiapkan pemerintah untuk memudahkan investor menanamkan modalnya di Kepri dengan membentuk kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (Free Trade Zone) di Batam, Bintan, Karimun dan Tanjungpinang.

"Kebijakan itu untuk menggenjot perekonomian di Kepri, terutama di Batam, Bintan dan Karimun. Dan FTZ ini telah membawa perubahan bagi Batam, Bintan dan Karimun dengan semakin meningkatnya nilai investasi yang masuk, terutama di bidang kemaritiman," ujarnya.

Selain itu, kata dia untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, Pemerintah Provinsi Kepri juga memiliki strategi unggulan lain yakni NAL atau Natuna, Anambas dan Lingga. Strategi Pemerintah dalam hal ini menjaring konektivitas dengan menambah jalur transportasi baik udarat, darat dan laut serta telekomunikasi.

Konektivitas NAL merupakan strategi penting untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Di antaranya dengan menambah kapal untuk melayani masyarakat dari Tanjungpinang, Anambas sampai ke Pontianak.

"Kalau konektivitas kancar, maka otomatis arus uang, arus barang dan arus orang akan lancar. Sehingga masyarakat bisa lebih sejahtera, itulah endingnya," kata Sani.

Bahkan dalam program konektivitas ini, gubernur merencanakan agar Kapal penyeberangan sejenis Roro bisa menghubungkan sampai Pontianak nantinya.

"Pelan-pelan dilakukan, tapi pasti. Dan syukurlah sekarang semua pulau terdepan sudah memiliki pelabuhan yang memadai," katanya.

Sani menjelaskan semua rencana Pemerintah Kepri untuk membangun pelabuhan ini disetujui Menteri Perhubungan. Menteri Perhubungan meyakinkan jika seluruhnya akan dibangun di tahun ini.

"Ini adalah kabar baik bagi kita, apalagi Pulau Subi, dari sejak kemerdekaan sampai sekarang belum ada pelabuhan," kata Sani.

Selain masalah konektivitas yang berkaitan dengan perhubungan, kata dia permasalahan lain yang diperhatikan pemerintah menyediakan pelabuhan dengan kapasitas besar untuk melakukan bongkar muat barang.

"Dan untuk menjawab ini Pemerintah sudah merencanakan pembangunan Pelabuhan Container di Tanjung Moco. Masalah konektivitas semuanya kita perhatikan, baik darat, laut dan udara termasuk perangkat pendukungnya. Dan hal ini juga tentu untuk menunjang dunia kepariwisataan yang ada," katanya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026