Logo Header Antaranews Kepri

FKPT Kepri akan Teliti Persoalan Teroris

Rabu, 8 April 2015 22:05 WIB
Image Print

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme Provinsi Kepulauan Riau (FKPT Kepri) tahun ini mendapat dana dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk melakukan penelitian terhadap permasalahan terorisme di wilayah tersebut.

"FKPT Kepri dapat dana Rp1 miliar tahun ini untuk melaksanakan empat kegiatan yang berhubungan dengan sosialisasi kepada masyarakat dan penelitian," kata Ketua FKPT Kepri Reni Yusneli yang dihubungi dari Tanjungpinang, Rabu.

Kegiatan itu disampaikan Kepala BNPT dalam Rapat Kerja Nasional BNPT yang diikuti 26 FKPT se-Indonesia yang dibuka kemarin di Jakarta. Masing-masing provinsi mengirim 8 orang pengurusnya.

Dalam rapat tersebut dibahas bagaimana proses pencairan, teknis kegiatan dan laporan pertanggungjawaban. FKPT Kepri akan melakukan kegiatan yang diprioritaskan sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya.

Sementara terkait penelitian permasalahan terorisme Kepri, Reni menjelaskan FKPT akan menganalisa potensi teroris masuk ke Kepri, strategi pencegahan dan penanggulangannya.

Kepri, menurutnya termasuk wilayah yang terbuka. Kepri merupakan salah satu pintu masuk Indonesia yang berbatasan dengan beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Namun berdasarkan data yang dimiliki, selama ini Kepri tidak pernah dijadikan sebagai basis perekrutan atau pun pelatihan teroris. Basis teroris di kawasan hutan, seperti yang pernah diungkap aparat penegak hukum di berbagai daerah di Sumatra dan Jawa.

"Ya, Kepri memang wilayah terbuka, namun masih aman. Meski demikian pengawasan tetap harus diperketat," katanya yang juga Asisten I Pemerintah Kepri.

Sementara terkait sosialisasi pencegahan pengaruh terorisme, Reni mengatakan harus dilakukan di tempat yang tepat. Sosialisasi untuk meningkatkan rasa nasionalisme masyarakat.

"Selama ini beberapa institusi sudah melakukannya. Kami akan melakukannya di tempat yang tepat dengan materi yang menarik dan mudah dicerna masyarakat," ujarnya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026