
Tujuh CPNS Batam Gagal Dilantik

Batam (Antara Kepri) - Sebanyak tujuh orang Calon Pegawai Negeri Sipil jajaran Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau, gagal dilantik sebagai PNS, lima orang karena tidak lulus dalam tahapan verifikasi Badan Kepegawaian Negara dan dua orang mengundurkan diri.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Batam, Syahrir di Batam, Selasa, mengatakan lima orang tidak lulus PNS karena bidang yang dilamar tidak sesuai dengan bidang studi pendidikannya.
"Formasi tidak sesuai jurusan, jadi gugur dengan sendirinya. Kami yang menyatakan gugur. Kalau tidak kami nyatakan gugur, maka yang 88 orang lainnya akan terkendala mendapat SK," kata dia menegaskan.
Dalam tes yang dilakukan melalui komputer, lima CPNS itu dinyatakan lulus. Namun kemudian setelah diverifikasi, Badan Kepegawaian Negara menyatakan sebaliknya.
Pemkot Batam sudah meminta CPNS itu menyelesaikan kendala itu ke BKN, agar bisa segera dilantik. Namun tetap tidak berhasil.
Dengan lima orang gagal dan dua orang mengundurkan diri, maka tinggal 88 orang CPNS mendapatkan SK pengangkatan PNS.
"NIK sudah ada dari BKN. Wali Kota nanti yang menetapkan," kata dia.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Rudi mengatakan lima orang terpaksa tidak dilantik karena formasi yang dilamar tidak sesuai dengan bidang studi CPNS yang bersangkurtan.
"Jadi, kami selesaikan dulu yang 88 orang. Sedangkan yang lima orang diproses pusat," kata dia.
Ia berharap Wali Kota bisa menandatangani SK CPNS sebelum pelaksanaan Pilkada, agar semuanya bisa mengabdi kepada masyarakat.
Wakil Wali Kota juga meminta CPNS untuk bersabar menunggu SK diterbitkan.
Ia juga meminta CPNS untuk konsisten pada formasi yang dilamar. Dan tidak meminta pindah bidang dalam waktu dekat.
"Setelah ini, tidak ada lagi yang meminta dipindahkan. Harus sepakat dulu semua. Saya akan menempatkan sesuai dengan jurusan kalian," katanya saat menemui CPNS.
Menurut dia, selama ini banyak menerima permintaan PNS yang minta pindah bidang yang tidak sesuai dengan jurusannya, bahkan ada dokter yang berharap menjadi lurah.
"Jangan guru menjadi lurah, atau lainnya. Karena ada dokter yang minta jadi lurah. Jadi saya kembalikan. Kalau tidak, maka tidak berkembang ilmunya terkait kedokteran," kata dia.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
