Logo Header Antaranews Kepri

TPID Kepri Rekomendasi Pemda Jalin Kerjasama Pangan

Jumat, 4 September 2015 19:41 WIB
Image Print
Sebagai langkah awal TPID Kota Tanjungpinang telah meminta BPS Kota Tanjungpinang untuk melakukan pemetaan konsumsi bahan pangan di Kota Tanjungpinang

Batam (Antara Kepri) - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kepulauan Riau merekomendasikan Pemerintah Daerah untuk menjalin kerja sama pemenuhan bahan pangan dengan daerah lain demi memastikan ketersediaan pasokan pangan dan menekan inflasi.

"Kami terus mendorong dan memperkuat kerjasama antar daerah dalam hal pemenuhan bahan pangan," kata Ketua II TPID Kepri Gusti Raizal Eka Putra di Batam, Jumat.

Ia menyatakan saat ini, Pemprov Kepri dan Pemkot Batam telah melakukan pertemuan dengan Pemkab Kerinci terkait kerja sama pemenuhan bahan pangan.

TPID berharap kerja sama itu berjalan lancar demi kelancaran pasokan pangan dan menekan angka inflasi.

Selain itu, TPID juga merekomendasikan pemetaan komoditas di tiap kabupaten kota di Kepri.

"Sebagai langkah awal TPID Kota Tanjungpinang telah meminta BPS Kota Tanjungpinang untuk melakukan pemetaan konsumsi bahan pangan di Kota Tanjungpinang," kata dia.

BI dan TPID juga mendukung Bulog dalam menjaga kecukupan pasokan tujuh komoditas unggulan, yaitu beras, jagung, kedelai, gula, bawang merah, cabai, dan daging sapi, sebagai langkah konkret menindaklanjuti instruksi Presiden Republik Indonesia pada Rakornas TPID 2015.

Sementara itu, pria yang juga Kepala Kantor BI Kepri itu memperkirakan laju inflasi melambat.

Meski begitu, pemerintah dan masyarakat tetap perlu mencermati beberapa risiko yang mempengaruhi inflasi, antara lain perkembangan nilai tukar yang masih tertekan dipengaruhi oleh kondisi eksternal yang diliputi ketidakpastian, dan rencana pemerintah mengenai penetapan harga BBM yang mengacu pada perkembangan harga minyak dunia dan kurs dalam enam bulan terakhir.

Kemudian juga perlu memperhatikan dampak rencana uji coba distribusi tertutup elpiji bersubsidi kg di Batam.

"Juga dampak EL Nino dengan intensitas kuat yang telah dimulai di bulan Agustus hingga akhir tahun berpotensi mempengaruhi hasil panen sejumlah komoditas volatile food," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026