
Lebih 20 Lokasi di Batam Rawan Longsor

Banyak pembangunan yang dilakukan sembarangan, tanpa batu miring dan parit, sehingga menjadi rawan longsor
Batam (Antara Kepri) - Lebih dari 20 lokasi di Batam rawan longsor, karena pembangunan dikerjakan tanpa perencanaan yang baik, kata Wakil Wali Kota Batam Muhammad Rudi.
"Banyak pembangunan yang dilakukan sembarangan, tanpa batu miring dan parit, sehingga menjadi rawan longsor," ucapnya di Batam, Kepulauan Riau, Senin.
Ke depan pemerintah akan kontrol lewat izin, ujar calon wali kota Batam terpilih 2016-2021.
Sebelum mengeluarkan Izin Mendirikan Bangunan, pemerintah akan mengkaji dengan seksama perencanaan oleh kontraktor. Bila perencanaannya dinilai semraut, maka izin tidak akan dikeluarkan.
Pemerintah kota meminta izin pematangan lahan diperketat. Selama ini, izin "cut and fill" diurus di Badan Pengusahaan Kawasan Batam, sebagai pemegang hak alokasi lahan di pulau utama.
Pemkot mengupayakan agar izin pematangan lahan juga dikerjakan pemkot, sesuai dengan UU No.28 tahun 2009.
"Akan ditindak sesuai UU, jadi tidak hanya BP saja," kata dia.
Ia percaya, bila syarat pengajuan IMB dan izin pematangan lahan dilakukan sesuai dengan UU, maka bencana longsor akan dapat dihindari.
"Termasuk banjir," kata dia menambahkan.
Pada Minggu (3/1), Bukit Kemuning Kecamatan Sei Beduk Longsor hingga menyebabkan jalan longsor, juga empat rumah terkena longsoran.
Sementara tebing di Jalan Yos Sudarso, Seraya juga longsor hingga mengancam pengguna jalan raya utama dari Pelabuhan Batuampar ke berbagai kawasan industri.
Saat meninjau Seraya, Minggu (3/1), Wali Kota Riau Ahmad Dahlan meminta pengguna Jalan Yos Sudarso berhati-hati, terutama di sekitar Simpang Rujak Seraya karena rawan longsor.
Wali Kota mengatakan akan segera berkoordinasi dengan Polantas untuk membatasi jumlah kendaraan bermotor melalui jalan itu, agar terhindar dari bahaya, bila sewaktu-waktu longsor.
Polantas juga diminta untuk membuat rekayasa jalan, agar warga tidak melintas Jalan Yos Sudarso Seraya Atas.
"Kami akan koordinasi dengan Polantas mengenai hal ini agar ada pembatasan kendaraan di sini. Polisi yang tahu bagaimana caranya mengurangi, meminimalkan beban," kata dia.
"Truk berat nanti dicari jalannya agar tidak lewat sini," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
