Logo Header Antaranews Kepri

Syahbandar Karimun Ingatkan Nakhoda Waspada Cuaca Buruk

Jumat, 12 Februari 2016 23:24 WIB
Image Print
Kami kembali mengeluarkan surat edaran kepada operator pelayaran dengan nomor 003/05/II/KSOP-TBK-16. Isinya peringatan agar waspada cuaca buruk, jangan memaksakan berlayar jika cuaca di laut mendadak buruk saat berlayar

Karimun (Antara Kepri) - Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, kembali mengingatkan nakhoda agar mewaspadai cuaca buruk selama musim angin utara.

"Kami kembali mengeluarkan surat edaran kepada operator pelayaran dengan nomor 003/05/II/KSOP-TBK-16. Isinya peringatan agar waspada cuaca buruk, jangan memaksakan berlayar jika cuaca di laut mendadak buruk saat berlayar," kata Kepala Seksi Penjagaan dan Keselamatan KSOP Tanjung Balai Karimun Chairul Harahap di Tanjung Balai Karimun, Kamis.

Chairul menjelaskan, surat edaran tersebut disampaikan setelah beberapa hari lalu, empat kapal reguler kembali ke pelabuhan domestik Tanjung Balai Karimun setelah berlayar setengah jam.

Kapal tersebut terpaksa berbalik arah karena cuaca tiba-tiba berubah buruk berupa angin kencang disertai gelombang tinggi yang dapat membahayakan keselamatan pelayaran.

"Kapal Mikonatalia 89 yang cukup besar, dan saat itu ditumpangi Wakil Gubernur Kepri terpilih, juga harus kembali akibat tingginya gelombang," ucapnya.

Dia menegaskan tidak akan segan-segan menunda keberangkatan kapal jika kondisi cuaca di laut cukup ekstrim dan dapat membahayakan keselamatan penumpang.

Menurut dia, sesuai prakiraan cuaca dari BMKG yang terus dia pantau, cuaca ekstrim selama musim angin utara, sering terjadi pada sore hingga malam hari.

"Saya lebih memilih keselamatan penumpang dan siap diprotes dengan kebijakan menunda keberangkatan kapal-kapal kalau cuaca di laut sangat buruk," kata dia.

Dalam kesempatan itu, dia juga mengingatkan kapal-kapal penumpang reguler yang berlayar dari Dumai tidak melintasi perairan terbuka, seperti perairan Pulau Takong Hiu yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka.

Peringatan tersebut dia sampaikan untuk mencegah terulangnya tragedi tenggelamnya KM Dumai Express 10 pada November 2009 yang memakan korban jiwa dan korban hilang cukup banyak.

"Kondisi cuaca dan ketinggian gelombang saat ini mungkin sama ketika Dumai Express 10 tenggelam. Karena itu, kapal-kapal kami ingatkan tidak melintasi perairan terbuka," kata dia.

Dia menambahkan, berdasarkan pantauan kondisi cuaca di laut selama dua hari terakhir relatif baik dibandingkan sebelumnya, namun dia menyatakan terus memantau kondisi cuaca karena sering berubah mendadak.

"Nakhoda kami minta terus memantau cuaca selama berlayar, dan berkoordinasi melalui radio komunikasi dengan petugas syahbandar. Nyalakan lampu navigasi, aktifkan perlengkapan keselamatan, siapkan jaket pelampung dan kurangi kecepatan," kata Chairul Harahap. (Antara)

Editor: Aris Budiman



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026