Logo Header Antaranews Kepri

97 Ibu Hamil Batam Terima Bantuan PKH

Sabtu, 2 April 2016 23:14 WIB
Image Print
Pencairannya dalam tiga tahap. Dan langsung ke orang perorang melalui Kantor Pos. Nanti dijadwalkan oleh Kantor Pos. Pengambilannya harus langsung oleh keluarga bersangkutan bersama pendamping PKH

Batam (Antara Kepri) - Sebanyak 97 ibu hamil penerima Beras Miskin di Kota Batam Kepulauan Riau mendapat bantuan pemerintah senilai Rp1,2 juta melalui Program Keluarga Harapan (PKH).

"Itu bantuan dari Kementerian Sosial, sifatnya 'given' (hibah)," kata Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad di Batam, Sabtu.

Berdasarkan data dari Dinas Sosial dan Pemakaman Kota Batam, sebanyak 3.406 keluarga sangat miskin terdata akan menerima bantuan PKH dan di antaranya terdapat 97 orang ibu hamil.

Pemerintah pusat menyiapkan dana Rp6 miliar untuk seluruh program keluarga harapan di Kota Batam, dengan dana pendamping dari Pemkot sebesar Rp110 juta.

Wakil Wali Kota berharap ibu hamil penerima bantuan PKH memanfaatkan dana itu sesuai dengan kebutuhan kehamilan dan persalinan dan tidak untuk digunakan untuk kebutuhan lainnya.

Kepala Bagian Humas Pemkot Batam Ardiwinata mengatakan bantuan itu diberikan secara bertahap dalam setahun tiga kali.

Tahap pertama akan diserahkan pada April 2016 di sejumlah kantor pos yang sudah ditunjuk.

"Pencairannya dalam tiga tahap. Dan langsung ke orang perorang melalui Kantor Pos. Nanti dijadwalkan oleh Kantor Pos. Pengambilannya harus langsung oleh keluarga bersangkutan bersama pendamping PKH," kata Ardiwinata.

Pemerintah menyiapkan dua orang pendamping PKH di tiap kecamatan. Sedangkan pendataan penerima PKH berdasarkan catatan penerima beras miskin.

Selain untuk ibu hamil, program bantuan juga diberikan untuk siswa SD, SMP, SMA, balita dan anak prasekolah.

"Ini merupakan program pemerintah untuk membantu warga miskin demi mengentaskan kemiskinan. Pemerintah daerah sangat mendukung dan siap menyukseskan program-program kesejahteraan rakyat dari pemerintah," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026