Logo Header Antaranews Kepri

STISIPOL Undang Mendagri Jadi Pembicara Seminar Internasional

Minggu, 5 Maret 2017 22:22 WIB
Image Print
Mereka akan datang ke Tanjungpinang lebih awal, 23-29 April

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Politik Raja Haji mengundang Mendagri Tjahyo Kumolo menjadi pembicara utama dalam seminar internasional di Kota Tanjungpinang yang diselenggarakan bersama Universitas Sultan Zainal Abidin Malaysia.

Ketua Stisipol Raja Haji Endri Sanopaka, Minggu mengungkapkan seminar bertema "International Conference On Local Governance and Social Science" (ICLGSS) 2017 diselenggarakan pada 26 - 28 April 2017, salah satu implementasi dari Memorandum of Uderstanding (MoU) yang telah ditandatangani oleh STISIPOL Raja Haji dengan Universitas Sultan Zainal Abidin Terengganu pada Desember 2015 di Kuala Lumpur.

"Mendagri Tjahyo Kumolo akan menjadi pembicara utama dalam kegiatan tersebut. Seminar ini didukung Pemerintah Kota Tanjungpinang," ujarnya.

Endri menjelaskan tema seminar yang diangkat sengaja dipilih mengenai pemerintahan lokal dan ilmu sosial sebagai hasil diskusi antara Stisipol Raja Haji dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang beberapa waktu yang lalu.

Kedua institusi melihat pelaksanaan otonomi daerah kian hari semakin berkurang kewenangan yang diberikan pusat kepada daerah. Oleh karena itu, digagaslah seminar internasional ini untuk memperoleh pandangan-pandangan akademik dari berbagai kalangan akademisi dari berbagai kampus baik dalam maupun luar negeri.

Dalam kegiatan itu Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah dan mantan Rektor Universitas Sultan Zainal Abidin Prof Datuk Yahaya, dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Sultan Abidin Prof Ahmad Puad Mat Som menjadi pembicara.

Selanjutnya para presenter dan peserta akan dibagi kedalam sesi-sesi panel sesuai dengan sub tema dari tema besar tentang Pemerintahan Lokal.

Sejalan dengan ICLGSS juga akan diadakan kegiatan mobilitas akademik dari mahasiswa Universitas Sultan Zainal Abidin Terengganu berjumlah 60 orang dengan dua orang dosen pendamping.

"Mereka akan datang ke Tanjungpinang lebih awal, 23-29 April," katanya.

Selain mengikuti ICLGSS, mahasiswa Univeritas Sultan Zainal Abidin juga akan mengikuti perkuliahan di Stisipol Raja Haji untuk memperoleh kredit transfer. Mereka juga akan melakukan kegiatan sosial di madrasah dan panti asuhan.

Kemudian mereka juga akan saling bertukar informasi sejarah dan budaya dengan mahasiswa Stisipol Raja Haji.

"Kami tidak dapat pungkiri bahwa diantara Kepulauan Riau yang dulunya adalah sebuah Kesultanan Melayu dengan Kesultanan Terengganu memiliki hubungan historis yang cukup kuat. Stisipol Raja Haji akan menjadi bagian perekat hubungan di antara sejarah besar tersebut pada saat ini melalui hubungan akademik," kata Endri Sanopaka.

Dia mengemukakan pada akhir kegiatan akan diadakan Field Trip sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari seminar internasional, yang diselenggarakan untuk memperkenalkan potensi wisata yang ada di Pulau Bintan.

"Presenter dan peserta akan kami ajak berwisata ke Pulau Penyengat dan kawasan wisata terpadu Lagoi. Kami berharap kegiatan ini juga akan dapat meningkatkan kunjungan wisata ke Tanjungpinang melalui kegiatan pertemuan ilmial seperti ICLGSS ini," ucapnya.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026