Cabai Merah dan Bayam Dongkrak Inflasi

id Cabai Merah dan Bayam Dongkrak Inflasi

Ilustrasi: Pedagang sayur di Pasar Tanjung Balai Karimun. (antarakepri.com/Rusdianto)

Inflasi Oktober lebih tinggi dibanding rata-rata historisnya tiga tahun terakhir yaitu deflasi 0,09 persen
Batam (Antara Kepri) - Kelompok komoditas volatile food mencatatkan inflasi 1,47 persen atau lebih tinggi dibanding inflasi bulan sebelumnya sebesar 1,18 persen, kenaikan harga terutama dicatatkan komoditas cabai merah, bayam dan beras. 

"Cabai merah mencatatkan inflasi sebesar 25,77 persen dari bulan ke bulan dengan andil 0,21 persen, bayam mencatatkan inflasi sebesar 36,97 persen dengan andil 0,20 persen," kata Ketua II tim pengendali inflasi daerah (TPID) Provinsi Kepri, Gusti Raizal Eka Putra, di Batam, Jumat. 

Sementara beras lanjut Gusti mengalami inflasi sebesar 1,01 persen dari bulan ke bulan dengan andil 0,04 persen. Ia mengatakan, terbatasnya pasokan cabai merah dipicu kendala produksi cabai merah di daerah penghasil seperti Yogyakarta, Sumatera Utara dan Sumatera Barat seiring meningkatnya curah hujan yang memicu terjadinya kenaikan harga. 

Hal yang sama kata Gusti juga terjadi pada sayuran. Karena curah hujan yang tinggi menyebabkan petani gagal panen sehingga suplai menjadi terbatas. Sementara itu, kenaikan harga beras berdasarkan pantauan PIHPS pada Oktober 2017 di Kepri tercatat sebesar Rp13.297 per kilogram untuk beras medium. Padahal harga ecerran tertinggi (HET) beras kualitas medium hanya Rp9.950 per kilogram (kg) dan Rp14.155 per kg untuk beras kualitas super.

Sedangkan HET hanya Rp13.300 per kg. "Kelompok administered prices mencatatkan inflasi 1,35 persen, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatatkan inflasi sebesar 0,0028 persen dari bulan ke bulan," kata dia. 

Inflasi kelompok administered price terutama disumbang kenaikan tarif listrik 15 persen bagi pelanggan rumah tangga golongan R1 sampai dengan R3 oleh bright PLN Batam mengalami 6,69 persen dan memberikan andil kenaikan inflasi 0,28 persen.  

"Inflasi Oktober lebih tinggi dibanding rata-rata historisnya tiga tahun terakhir yaitu deflasi 0,09 persen per bulan. Inflasi Oktober terutama didorong oleh inflasi kelompok administered prices yaitu kenaikan tarif listrik," kata 

Dari rilis yang diberikan Bank Indonesia, Kepri mencatatkan inflasi pada Oktober 2017 sebesar 0,62 persen per bulan atau 4,32 persen per tahun, meningkat dibandingkan inflasi sebelumnya 0,50 persen atau 3,78 persen per tahun. (Antara)

Editor: Evy R. Syamsir
Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar