
Lis sarankan Rahma profesional keluar dari partai
Jumat, 5 Januari 2018 03:11 WIB

Itu hak pribadinya Rahma, setiap orang itu berhak dipilih dan memilih, yang jelas yang harus kita lakukan adalah, ketika kita sudah bekerja di suatu tempat ke tempat yang lain, intinya harus profesional
Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kepulauan Riau Lis Darmansyah menyarankan kepada Rahma agar lebih profesional jika ingin keluar dari kepengurusan partai.
Rahma merupakan Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDIP wilayah Kecamatan Tanjungpinang Timur.
Lis Darmansyah, di Tanjungpinang Kamis, mengatakan DPD belum menerima pengunduran diri Rahma secara resmi, meskipun sejumlah media lokal cetak maupun "online" mengabarkan Rahma mengundurkan diri dari PDIP.
"Saya belum lihat, Ketua DPC PDIP Tanjungpinang juga belum melihat, sekarang bukan rahasia umum lagi, tapi gak tau ya di koran-koran kayaknya ada, karena saya membawa Rahma ini dari pertama masuk ke PDI Perjuangan, ya saya berharap Rahma elegan saja, profesional," ujarnya.
Lis mengungkapkan dukungannya untuk Rahma maju di Pilkada Tanjungpinang, hal itu mengingat asas hukum berdemokrasi di Indonesia.
"Itu hak pribadinya Rahma, setiap orang itu berhak dipilih dan memilih, yang jelas yang harus kita lakukan adalah, ketika kita sudah bekerja di suatu tempat ke tempat yang lain, intinya harus profesional," ujarnya.
Ia mengutarakan kesediaan pintu kantor sekretariat DPD PDIP untuk menyambut Rahma dengan baik jika ingin keluar dari partai.
"Elegan saja, contohnya, jika ingin ikut dalam kompetisi ini, saya berterimakasih dengan apa yang sudah dilakukan, lettakkan KTA dan keluar baik-baik, kita akan terima baik-baik," ujarnya.
Sementara Rahma, dalam sejumlah pemberitaan media lokal menyatakan siap keluar dari PDIP untuk maju Pilkada Tanjungpinang 2018. (Baca juga: Golkar usung kader Gerindra dan PDIP di pilkada)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Aji Anugraha
Editor:
Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
