Tambang Pasir Ilegal Buat Warga Subi Resah

id Tambang pasir ilegal, subi,natuna

Dampak dari kegiatan penambangan pasir laut, Desa Terayak, Kecamatan Subi, Natuna, Kepualaun Riau. (Cherman)

Natuna (Antaranews Kepri) – Penambangan pasir llegal resahkan warga Desa Terayak Kecamatan Subi,Natuna, Kepulauan Riau. Hal tersebut dibenarkan Camat Subi, Isparta Chairaiyadi kepada Antara, Jum’at.



“ Kita sudah panggil Kepala Desa untuk menyelesaikan bersama BPD setempat, saya minta masalah ini diselesaikan ditingkat desa “ ucapnya.



Diakuinya, kegiatan penambangan  telah lama beroprasi jauh sebelum ia bertugas selaku camat. Namun beliau yakin kegiatan tersebut ilegal dan tidak memiliki izin.



“ saya sudah mendapatkan laporan terkait masalah ini, itu kegiatan merusak, ilegal itu, dan sampai saat ini saya belum mendapatkan laporan terkait kelanjutan masalah itu “ ucapnya.



Sebelumnya Kades Terayak, Suherman mengatakan aktivitas penambangan sempat berheti beroprasi namun pekerja berdalih telah mengantongi izin dari pihak terkait.



“ sudah pernah kita turun bersama warga untuk menyita peralatan, tetapi yang bersangkutan menunjukan selembar surat,  katanya surat izin, karena itulah akhirnya warga tidak bisa berbuat banyak,” jelasnya.



Namun diakui Kepala Desa, setelah dipelajari surat izin  dimaksud, ternyata hanyalah sebuah surat pengantar dari camat, untuk yang bersangkutan mengurus izin ditingkat kabupaten.



“ warga yang tidak mengerti, menganggap itu surat izin, sebenarnya tidak, hanya surat pengantar,“ terangnya.



Lanjut kades, sebenarnya yang membuat warga resah, disamping kegiatan tersebut berdampak pada kerusakan lingkungan, juga telah berdampak pada keselamatan warga seperti yang pernah terjadi, seorang anak meninggal tenggelam dilokasi penambangan.



“ kebun warga menjadi rusak karena abrasi pantai, karena hanya berjarak beberapa meter saja dari bibir pantai. Dan yang membuat warga teroma karena telah makan korban, beberapa waktu lalu “ ungkasnya.



Sementara warga setempat mengakui pemilik tambang orang yang berpengaruh, atau disegani di kecamatan subi. “ kami tidak yakin kepala Desa bisa menghentikan itu, karena dia (pemilik tambang) orang “KUAT”, dia selalu berada di ranai, kami pun tidak tau harus melapor kemana lagi,” ucap salah satu warga Desa kepada Antara dan meminta tidak menuliskan namanya dipemberitaan.



Hasil pemantauan Antara dilokasi terdapat peralatan penambangan  pasir laut yang berjarak kurang lebih 15 meter dari bibir pantai. Dampak dari aktifitas tersebut meninggalkan lubang besar di pesisir pantai dengan kedalaman 2 sampai dengan 3 meter. Sampai saat ini warga berharap ada tindakan tegas dari pemerintah untuk menghentikan kegiatan tersebut. (Antara)



 



Editor : Evy R Syamsir

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar