Bank ICBC kembali menolak perintah PN Batam

id Bank icbc batam,Penolakan pemeriksaan keuangan

Ilustrasi

Terlebih, setelah 3 direksi PT WPT perwakilan Sinopec ditetapkan sebagai tersangka dugaan penggelapan dana perusahaan pada tahun 2015.
Batam (Antaranews Kepri) - Bank ICBC Cabang Batam kembali menolak perintah Pengadilan Negeri (PN) Batam untuk membuka dokumen transaksi aliran dana proyek pembangunan Depo Minyak Batam.

Proyek milik PT West Point Terminal (WPT) ini sudah terhenti sejak dilakukan groundbreaking pada tahun 2013 lalu.

"Mereka (Bank ICBC Batam) tetap tidak mau mengikuti perintah pengadilan. Ini adalah penolakan keempat kalinya terhadap penetapan PN Batam yang sudah diputuskan pada 23 Maret 2018 lalu," kata Daniel E Hassa, Auditor dari Kantor Auditor BTFD kepada Antara di Batam, Senin.

Daniel mengatakan, berdasarkan penetapan dari Pengadilan Negeri Batam No.165/PDT.P/PN.BTM tanggal 23 Maret 2018, tentang Penetapan audit atas PT WPT, BTFD ditetapkan sebagai auditor untuk melakukan pemeriksaan terhadap dokumen keuangan PT WPT. 

Mendapat perintah pengadilan tersebut, sebagai auditor Daniel sudah datang langsung ke Bank ICBC Cabang Batam dengan membawa penetapan dari Pengadilan tersebut, namun ditolak.

Kemudian, Daniel kembali mengirim surat permintaan dokumen kedua dan ketiga, yang diterima langsung pihak bank, namun sikap Bank ICBC tetap menolak.

Selanjutnya ia kembali datang ke Batam menemui pihak Bank ICBC pada Kamis (5/7) lalu, dan hasilnya tetap sama, Bank asal Tiongkok itu tidak menggubris perintah dari Pengadilan Negeri Batam.

"Sejak menjadi auditor bertahun-tahun saya tidak pernah mengalami situasi ini. Sebagai pihak independen, bank seharusnya memberikan dokumen untuk di audit, apalagi ini ditetapkan oleh Pengadilan dan diminta pemegang saham dari perusahan pemilik rekening bank," ucapnya.

Permintaan audit atas PT WPT lanjut Daniel diajukan oleh PT Mas Capital Trust (MCT) ke PN Batam. Karena kata Daniel, sejak 2015 hingga saat ini PT WPT tidak pernah lagi menyampaikan audit keuangan dan perkembangan perusahaan.

Terlebih, setelah 3 direksi PT WPT perwakilan Sinopec ditetapkan sebagai tersangka dugaan penggelapan dana perusahaan pada tahun 2015. Nasib perusahaan tersebut semakin tidak jelas.

MCT sendiri kata Daniel merupakan pemegang saham lokal nasional di PT WPT. Sementara Sinomart, anak usaha perusahaan minyak dari Tiongkok, Sinopec Grup tersebut menjadi pemegang saham lain di perusahaan yang berstatus PMA.

MCT dan Sinomart tambah Daniel telah menyetorkan modal PT WPT ke rekening perusahaan di Bank ICBC. Namun dua hari sejak setoran modal masuk ke rekening Bank, dana tersebut kemudian ditransfer oleh direksi dari Sinomart ke rekening lain di luar negeri tanpa persetujuan komisaris WPT.

Sejak itu kondisi perusahaan tidak jelas, terlebih setelah 3 direksi yang menjadi tersangka kabur dari Batam.

"Kami sangat kecewa dan menyayangkan sikap Bank ICBC yang tetap tidak patuh pada hukum di Indonesia. Sekarang setelah tiga direksi yang menjadi tersangka kabur dari Batam, kami yangditunjuk oleh PN Batam dan memiliki posisi hukum yang jelas justru mendapat penolakan," kata dia.

Daniel, dalam hal ini akan melaporkan kepada ketua PN Batam sebagai pengambil keputusan audit PT WPT terkait penolakan yang berulang kali dialaminya. Apalagi Bank ICBC Batam sebelumnya juga telah mengabaikan surat Ketua Pengadilan Negeri Kelas 1A Batam, tanggal 31 Mei 2018 yang juga telah ditembuskan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Batam sebagai otoritas tertinggi perbankan di Indonesia.

"Kami akan lapor kepada ketua PN Batam agar dapat diambil tindakan yang memberikan keadilan dan kepastian hukum. Penolakan Bank ICBC ini sangat merugikan pengusaha nasional, apalagi ini dilakukan oleh bank asing," kata dia lagi.

Sebelumnya, proses pidana berlanjut proyek pembangunan Depo Minyak Batam yang dimulai tahun 2012 praktis terhenti setelah Kepolisan Daerah Kepulauan Riau menetapkan tiga direksi PT WPT sebagai tersangka penggelapan dana perusahaan di tahun 2015. Ketiganya diduga menggelapkan uang PT WPT senilai US$ 1,5 juta.

Ketiga direksi itu yakni Zhang Jun selaku Direktur Keuangan, Direktur Utama Feng Zhigang dan Komisaris Utama Ye Zhijun. (Antara)
Pewarta :
Editor: Danna Tampi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar