Budaya organisasi menciptakan keunggulan kompetitif

id Budaya organisasi menciptakan keunggulan kompetitif, KPPN Batam, KPPN,budaya kerja

Soeseno Adji*)

Organisasi tidak akan pernah maju dan berkembang tanpa peran serta campur tangan seluruh anggotanya dan rasa ikut memiliki,
Soeseno Adji*) (/)
Budaya organisasi baik secara langsung dan tidak langsung berpengaruh terhadap kinerja organisasi itu karena orang yang berkerja dalam organisasi tersebut mempunyai prosedur dan standar dalam bekerja.

Prosedur dan standar inilah yang sangat bergantung pada budaya organisasinya.

Menurut Wikipedia.org, budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya. Sistem makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi.

Bagaimana budaya organisasi terbentuk?

Ketika sebuah organisasi terbentuk pastilah sudah ditetapkan tujuan utama terbentuknya organisasi tersebut. Kemudian ditetapkan juga visi dan misinya. Selanjutnya ditetapkan standar dan prosedur dalam pencapaian tujuannya.

Oleh karena suatu organisasi terbentuk dari kumpulan individu yang berbeda baik sifat, karakter, keahlian, pendidikan, dan latar belakang pengalaman dalam hidupnya, perlu ada pengakuan pandangan yang akan berguna untuk pencapaian misi dan tujuan organisasi tersebut, agar tidak berjalan sendiri-sendiri.

Penyatuan pandangan dari Sumber Daya Manusia (SDM) di dalam organisasi ini diperlukan dalam bentuk ketegasan dari organisasi, yang dituangkan dalam bentuk budaya kerja yang akan mencerminkan spesifikasi dan karakter perusahaan tersebut. Budaya kerja ini akan menjadi milik dan pedoman bagi seluruh lapisan individu yang ada di dalam organisasi tersebut dalam menjalankan tugasnya.

Pembentukan budaya organisasi karena adanya interaksi yang melibatkan banyak pihak seperti (1) pendiri organisasi; (2) pemilik organisasi; (3) sumber daya manusia dalam dan atau luar organisasi; (4) orang yang berkepentingan dengan organisasi (stakeholder); dan (5) masyarakat.

Pembentukan budaya tidak dapat dilakukan dalam waktu yang sekejap, namun memerlukan waktu dan bahkan biaya yang tidak sedikit untuk dapat menerima nilai-nilai dalam organisasi, yang merupakan karakteristik organisasi yang membedakan dengan organisasi lain. Yang selanjutnya merupakan klaim sebagai budaya organisasi yang dimiliki dan dijunjung tinggi oleh organisasi dan dilaksanakan oleh para anggota organisasi.

Peranan Sumber Daya Manusia.

Kita semua tahu bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan roda penggerak dinamika organisasi, sebaik apapun Sumber Daya Alam (SDA) yang dikekola, hasil yang didapat akan menjadi buruk apabila tidak dikelola dengan maksimal oleh SDM yang terkait di dalamnya. Mengingat peran penting SDM bagi organisasi maka pihak manajemen tentunya tidak bisa mengesampingkan peran SDM ini, dalam mewujudkan kinerja organisasi.

SDM merupakan kekuatan sentral yang bisa meningkatkan kinerja organisasi.Kinerja organisasi merupakan gabungan dari kinerja personal karyawannya. Kinerja karyawan yang merupakan hasil olah pikir dan tenaga dari seorang karyawan terhadap pekerjaan yang dilakukannya, dapat berwujud dilihat, dihitung jumlahnya, akan tetapi dalam banyak hal hasil olah pikiran dan tenaga tidak dapat dihitung dan dilihat, seperti ide-ide pemecahan suatu persoalan, inovasi baru suatu produk barang  atau  jasa, bisa  juga  merupakan penemuan atas prosedur kerja yang lebih efisien.

Siapa saja yang berada dalam satu lingkungan atau wadah tersebut merasa terpanggil untuk terlibat aktif serta berpartisipasi dalam pengembangan serta kerja kerja di dalamnya.

Organisasi ini tidak akan pernah maju dan berkembang tanpa peran serta campur tangan seluruh anggotanya dan di butuhkan rasa ikut memiliki, sehingga tumbuh perasaan untuk membela dan menjaga. Visi, misi maupun program-program organisasi akan terlaksana dengan sinergitas masing-masing anggota tanpa membeda-bedakan peranan.

Keberhasilan dengan meningkatkannya kinerja karyawan untuk mencapai tujuan organisasi dengan mempertimbangkan beberapa hal:

a. Orientasi kemasa depan, yaitu segala sesuatu direncanakan dengan baik, baik waktu, kondisi untuk kedepan agar lebih baik dari kemarin.

b. Menghargai waktu dengan adanya disiplin waktu merupakan hal yang sangat penting guna efesien dan efektivitas bekerja.

c. Tanggungjawab, yaitu memberikan asumsi bahwa pekerjaan yang dilakukan merupakan sesuatu yang harus dikerjakan dengan ketekunan dan kesungguhan.

d. Hemat dan sederhana, yaitu sesuatu yang berbeda dengan hidup boros, sehingga bagaimana pengeluaran itu bermanfaat untuk kedepan.

e. Persaingan sehat, yaitu dengan memacu diri agar pekerjaan yang dilakukan tidak mudah patah semangat dan menambah kreativitas diri.

Dengan perubahan sikap dan perilaku SDM dapat meningkatkan produktivitas kerja untuk menghadapi berbagai tantangan di masa yang akan datang. Dengan demikian diharapkan akan diperoleh manfaat diantaranya:
1. Meningkatkan jiwa gotong royong
2. Meningkatkan kebersamaan
3. Saling terbuka satusama lain
4. Meningkatkan jiwa kekeluargaan
5. Meningkatkan rasa kekeluargaan
6. Membangunkomunikasi yang lebih baik
7. Meningkatkan produktivitas kerja
8. Tanggap dengan perkembangan dunia luar.

Pada akhirnya sebuah organisasi yang memiliki budaya organisasi yang sudah tertanam dalam setiap jiwa seluruh anggota organisasi dan merasa ikut memiliki organisasi sehingga tumbuh perasaan untuk membela dan menjaga organisasinya.

Visi, misi maupun program-program organisasi akan mudah terlaksana dan tercapai. Organisasi inilah yang nantinya akan menang dalam setiap kompetisi karena memiliki nilai kompetitif tinggi. Setiap anggota organisasi memahami betul peran dan fungsi masing-masing, karena sinergitas telah terbangun dengan baik.***

* Penulis adalah Kasubag Umum KPPN Batam
 

Keterarangan : Isi dan maksud tulisan sepenuhnya tanggung jawab penulis, bukan tanggung jawab redaksi
Penulis :

COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar