Hujan hambat program rehabilitasi rumah di Karimun

id rehabilitasi rumah

Karimun (Antaranews Kepri) - Rehabilitasi rumah mayarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Karimun terhambat hujan yang mengguyur hampir setiap hari.

"Kendalanya hanya masalah cuaca yang sering hujan, sehingga warga terhambat untuk membangun," kata Kepala Dinas Kawasan Permukiman dan Kebersihan Karimun Rosmawati di Tanjung Balai Karimun, Sabtu, (18/11).

Rosmawati mengatakan, rehabilitasi rumah melalui program BSPS dikerjakan secara swadaya oleh penerima program yang membentuk kelompok-kelompok dalam merealisasikan pembangunan rumahnya.

Musim hujan yang mengguyur dengan intensitas tinggi akhir-akhir ini membuat penerima program tidak bisa melanjutkan pembangunan.

"Namun demikian, kita optimistis selesai tepat waktu hingga akhir tahun. Sebab sebagian besar rumah yang direhab sudah hampir rampung, ada yang sudah 70 sampai 80 persen. Bahkan sebagian sudah ada yang selesai," ujarnya. 

Program BSPS merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam mendapatkan rumah yang layak huni.

Tahun ini, jumlah rumah yang direhabilitasi melalui program BSPS sebanyak 654 unit, meningkat dibandingkan 2017 yang berjumlah 606 unit. Rinciannya di Kecamatan Buru 164 unit, Belat 50 unit, Durai 65 unit, Karimun 54 unit, Kundur 102 unit, Kundur Barat 25 unit, Kundur Utara 40 unit, Moro 127 unit dan Meral Barat 29 unit.

Rosmawati menjelaskan, rehabilitasi rumah melalui BSPS dilakukan secara gotong royong oleh penerima program dengan cara membentuk kelompok dengan anggota antara 10 sampai 15 orang.

"Nilai rehab sesuai dengan rencana anggaran biaya yang diusulkan masing-masing kelompok," katanya.

Bantuan yang diberikan sebanyak Rp15 juta untuk rehab berat, rehab sedang Rp10 juta dan rehab ringan Rp7,5 juta.
Pewarta :
Editor: Joko Sulistyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar