Kebocoran saluran pipa membahayakan struktur Flyover Laluan Madani

id Atb, pipa bocor

Tim Teknis ATB saat mempersiapkan pekerjaan relokasi pipa bocor 600 mm di flyover Laluan Madani. (Humas ATB)

Harusnya, dengan sumber air baku yang terbatas, penggunaan air bersih yang efisien harus semakin ditingkatkan. Termasuk upaya menekan kebocoran melalui partisipasi warga agar air kita tidak terbuang sia-sia,
Batam (ANTARA) - PT Adhya Tirta Batam (ATB) menyatakan kebocoran saluran pipa air bersih pada median jalan sebelum Flyover Laluan madani berpotensi membahayakan struktur jalan layang kebanggaan masyarakat Batam.

"Kebocoran tersebut bisa membuat struktur tanah di flyover menurun dan jalan utama akan selalu basah. Untuk itu kami mengimbau kesadaran semua pihak untuk melaporkan jika menemui adanya titik kebocoran," kata Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus, Senin.

Maria mengatakan, jika kebocoran dibiarkan berlarut-larut, maka akan membawa dampak negatif baik secara materil maupun kualitas pelayanan. Oleh sebab itu, ATB segera memperbaiki saluran pipa yang bocor dan akan meminimalisir durasi dari dampak gangguan suplai air.

"Potensi kerugian materil akibat kebocoran di Flyover Laluan Madani diperkirakan mencapai Rp 70 juta per bulan. Selain itu, distribusi air di area Baloi Mas akan 'low pressure'. Performa tanki Ozon juga dipastikan menurun," ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan dalam rentan waktu dua tahun terakhir ada 198 titik kebocoran setiap bulannya yang terjadi. Kebocoran saluran pipa air bersih yang disebabkan pihak ketiga tersebut berada di atas angka 150 titik. 

ATB dalam hal ini mengingatkan agar pihak-pihak yang hendak melakukan pengerjaan proyek, yang dapat berdampak pada pipa distribusi air bisa berkoordinasi saat akan melakukan pengerjaan. Sebab jika tidak, maka kondisi angka kebocoran yang tinggi serta upaya efisiensi penggunaan air akan sulit dicapai.

"Harusnya, dengan sumber air baku yang terbatas, penggunaan air bersih yang efisien harus semakin ditingkatkan. Termasuk upaya menekan kebocoran melalui partisipasi warga agar air kita tidak terbuang sia-sia," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar