Siswa Tambelan pawai dalam kabut asap

id phbi,tambelan,pawai,taruf,kabut,asap,karhutla,muharam,1441,2019,bintan,kepri,kesehatan,ispa,pernafasan,pejantan,puskesmas,kecamatan,pelajar,remaja,ana

Siswa Tambelan pawai dalam kabut asap

para siswa memakai masker saat pawai taaruf Muharam ditengah kabut adap. Foto Antara/Saud MC

Tambelan, Bintan (ANTARA) - Pengurus Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Kecamatan Tambelan tetap melaksanakan Pawai Ta'ruf Festival Muharam Tambelan 1441 H meski UPTD Puskesmas telah mengeluarkan imbauan secara tertulis agar meliburkan aktifitas belajar mengajar di sekolah mulai 18-20 September 2019 disebabkan kabut asap.

"Pawai tetap kami lanjutkan, dan kami dari PHBI Tembelan sebelumnya juga sudah mengirim surat kepada UPTD Puskesmas Tambelan untuk meminta pendampingan P3K dalam pawai ini," kata Ketua PHBI Kecamatan Tambelan, Chotimul Ashom, Rabu.

Diwawancara terpisah (17/9), Sekretaris Pengurus PHBI Kecamatan Tambelan, Suhardi juga menegaskan untuk tetap melanjutkan pawai Ta'ruf sebagaimana yang telah diagendakan dan disepakati.

"Pelaksanaan pawai ini sebelumnya sudah disepakati bersama seluruh kepala sekolah dari SD, SMP, MTs, dan SMA yang ada di Kecamatan Tambelan, semua setuju," tegas Suhardi.

Camat Tambelan yang diwawancarai Antara (17/9) mengaku tetap mendukung pawai Ta'ruf meski dilaksanakan atau dibatalkan.

"Untuk kegiatan pawai Ta'ruf ini sudah kami limpahkan ke pihak PHBI Tambelan, apapun keputusannya selalu kami dukung," ujar Camat Tambelan, Sofyan.

Sementara itu UPTD Puskesmas Tambelan sebelumnya mengeluarkan surat nomor 441.5/PKM-TBL/170 dengan perihal imbauan terkait dampak kabut asap.

Pada pemberitaan Antara sebelumnya, disebutkan bahwa imbauan tersebut intinya menganjurkan agar Korwil IV Tambelan dapat meliburkan anak sekolah dan remaja sebagai kelompok yang paling beresiko dan rentan terkena dampak bencana, sebagaimana yang direkomendasi IDAI No.011/Rek/PP IDAI/X/2015 tentang kesehatan anak akibat kabut asap salah satunya mengurangi aktifitas di luar rumah.

 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar