Bill Gates gambarkan kesepakatan Microsoft - TikTok sebagai piala beracun

id Bill Gates,Microsoft,TikTok

Bill Gates  gambarkan kesepakatan Microsoft - TikTok sebagai piala beracun

Bill Gates dalam wawancara pada acara The Ellen DeGeneres Show 13 April 2020. (ANTARA/Screenshot YouTube/TheEllenShow)

Jakarta (ANTARA) - Pendiri Microsoft, Bill Gates, menggambarkan potensi kesepakatan TikTok sebagai piala beracun.

Dalam wawancara dengan Wired, Gates menjelaskan bahwa akuisisi kesepakatan TikTok dan Microsoft tidak akan mudah atau pun sederhana.

"Siapa yang tahu apa yang akan terjadi dengan kesepakatan itu. Tapi ya, itu adalah piala beracun," kata Gates, dikutip dari The Verge, Minggu.

Dia juga mengatakan bahwa menjadi pemain besar dalam bisnis media sosial "bukanlah permainan sederhana," karena Microsoft harus bersaing dengan tingkat moderasi konten yang sama sekali baru.

Saat ditanya apakah Gates mewaspadai langkah Microsoft yang masuk ke dalam area media sosial, dia mengatakan bahwa Facebook memiliki lebih banyak pesaing adalah "kemungkinan hal yang baik", namun meminta Trump membunuh satu-satunya pesaing, itu sangat aneh.

Gates tampak bingung tentang berjalannya kesepakatan yang potensial tersebut, terutama dengan kebijakan Presiden Trump saat ini yang menyarankan Departemen Keuangan AS untuk mengambil bagian dari akuisisi apapun.

"Saya setuju bahwa prinsip yang dijalankan ini sangat aneh," kata Gates. "Soal pemotongan itu tambah aneh. Namun, bagaimana pun juga Microsoft harus menangani semua itu."

Komentar Gates tersebut selang beberapa hari setelah Microsoft mengonfirmasi bahwa mereka mengejar kesepakatan untuk membeli operasi TikTok di AS, Australia, Kanada dan Selandia Baru.

Laporan lain menyebutkan bahwa Microsoft kemungkinan mempertimbangkan untuk membeli seluruh operasi global TikTok, bahwa pembicaraan seputar kesepakatan khusus ini berada pada tahap "awal."

Presiden Trump juga menetapkan batas waktu hingga 15 September bagi Microsoft untuk menyelesaikan akusisi untuk menghindari pemblokiran TikTok di AS.
 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar