Paslon Pilkada Batam sebaiknya utamakan kampanye daring

id kpu batam 2020,pelaksanaan kampanye pilkada 2020, aturan kampanye di masa pandemi

Paslon Pilkada Batam sebaiknya utamakan  kampanye daring

Anggota KPU Batam William Seipattiratu (Naim)

Batam (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam, Kepulauan Riau, mengimbau pasangan calon kepala daerah mengutamakan kampanye secara "online" atau dalam jaringan (daring) pada masa pandemi COVID-19.

"Sesuai PKPU Nomor 6 dan 10 Tahun 2020, KPU berharap peserta Pilkada 2020 melakukan kampanye secara daring," kata anggota KPU Kota Batam William Seipattiratu di Batam, Sabtu.

Dengan kampanye daring, kata dia, diharapkan dapat meminimalkan perkumpulan pendukung dalam jumlah banyak demi menghindari potensi penularan virus corona atau COVID-19.

"Meski demikian, KPU tidak melarang kampanye terbuka. Namun, pelaksanaannya harus dengan jumlah orang terbatas," katanya.

William menjelaskan kampanye tatap muka dalam ruangan atau gedung maksimal dihadiri 50 orang.

"Ada juga yang disesuaikan dengan kapasitas gedung. Itu maksimal diisi 50 persen kapasitas gedung. Tetapi untuk pertemuan paling banyak 50 orang," kata dia.

Untuk kampanye di ruang terbuka, kata dia, paling banyak dihadiri 100 orang.

"Pada saat debat nanti juga dibatasi paling banyak 50 orang peserta," kata dia.

Ia menyebutkan, PKPU mengatur sanksi kepada pasangan calon yang melanggar pembatasan kampanye itu. Namun, Willy tidak memberitahukan secara detil.

"Kalau ada pelanggaran, KPU akan menegur dan melaporkan kepada Bawaslu. Bawaslu yang akan menetapkan sanksi," katanya.

Sedangkan untuk kampanye daring, KPU memberikan pembatasan waktu pelaksanaannya, yaitu pukul 09.00 hingga 17.00 WIB.

Ia juga menyampaikan sejumlah kegiatan yang diperbolehkan KPU antara lain jalan santai yang dilakukan bersama warga dan donor darah dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan jumlah peserta dibatasi.

"Seluruh kegiatan kampanye wajib dilaporkan kepada KPU," katanya.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar