Kawasan tua di Lingga disulap jadi elit

id Kawasan tua di Lingga berubah jadi kawasan elit

Kawasan tua di Lingga disulap jadi elit

Kawasan eks Implacement PT Timah yang akan disulap menjadi kawasan Bussines Centre (ANTARA Kepri/Nurjali)

Lingga (ANTARA) - Kawasan bekas pusat perkantoran PT Timah yang hampir puluhan tahun menjadi kawasan tua, kumuh dan tidak terurus dalam waktu setahun ini berubah wujud menjadi kawasan elit dijadikan sebagian besar warga Kabupaten Lingga, khususnya Dabosingkep tempat berolahraga dan salah satu kawasan bebas kendaraan.

"Hampir setiap petang kami kesini, semoga kedepan sarana ini semakin indah lagi kalau bangunannya sudah diisi dan tetap jadi kawasan bebas kendaraan karena hampir tiap sore dan pagi tempat ramai jadi tempat olahraga dan bersepeda," ujar Rumi salah satu warga Dabosingkep, ketika ditemui Antara, Selasa.

Salah satu gedung yang terletak di kawasan tersebut rencananya juga akan dijadikan kampus Politeknik Pertanian, yang menjadi perguruan tinggi pendidikan vokasi pertama di Kabupaten Lingga.

Hal itu sempat dilontarkan calon Wakil Bupati Lingga Neko Wesha Pawelloy, saat masih menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Lingga yang berjanji akan melanjutkan pembangunan Kampus Politeknik tersebut.

"Kita akan lanjutkan pembangunan kampus politeknik ini, izin-izinnya sudah diurus untuk mendapatkan legalitas sehingga kalau ini jadi anak-anak kita tidak perlu biaya besar lagi untuk kuliah," ujarnya.

Kawasan yang sempat diresmikan oleh Kepala Staf Presiden Moeldoko tersebut, sebelumnya diberi nama sebagai kawasan Dabo Bussines Centre atau pusat kawasan bisnis. Namun melihat antusias masyarakat terhadap kawasan tersebut setelah dibangun, tercetuslah ide Bupati Lingga Alias Wello mendirikan salah satu Politeknik di kawasan tersebut.

"Mungkin dalam bulan November ini sudah diresmikan, karena bangunannya juga sudah selesai saya lihat kemarin," ujar Alias Wello yang kini mencalonkan diri menjadi Bupati Kabupaten Bintan.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar