Pemkot Tanjungpinang dan BKKBN luncurkan dapur sehat guna atasi stunting
Rabu, 30 November 2022 20:36 WIB
Wali Kota Tanjungpinang, Rahma. (ANTARA/Ogen)
Tanjungpinang (ANTARA) - Pemkot Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meluncurkan dapur sehat atasi stunting atau kekerdilan di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Kampung Bulang, Rabu.
Wali Kota Tanjungpinang Rahma mengatakan pemkot sangat mendukung program-program penurunan stunting sampai ke tingkat kelurahan, salah satunya lewat dapur sehat yang bertujuan memberikan edukasi bagaimana mengolah makanan sehat guna menunjang tumbuh kembang anak.
"Dapur sehat ini sasaran utamanya, yaitu keluarga yang berisiko stunting agar orangtua betul-betul paham mengenai gizi seimbang untuk anaknya,” ujar Rahma usai peresmian dapur sehat di Kelurahan Kampung Bulang.
Rahmai mengatakan dalam hal percepatan penurunan angka stunting di Tanjungpinang, pemkot berkolaborasi dengan semua elemen, baik pemerintah maupun masyarakat.
Salah satu upaya yang dilakukan pemkot adalah menjadikan 36 pimpinan OPD/Dinas, sekretaris daerah termasuk wali kota sendiri untuk menjadi bapak asuh bagi 45 anak stunting kategori akut di kota Tanjungpinang.
"Kita langsung bantu setiap bulan selama enam bulan berturut-turut. Bantuan itu dalam bentuk bahan makanan senilai Rp750.000," kata Rahma.
Bantuan tersebut dikelola oleh dinas kesehatan. Selama enam bulan anak stunting itu didampingi bapak asuhnya masing-masing.
Disamping itu, katanya, dari zakat ASN pemkot juga diberikan kepada anak-anak yang terindikasi stunting dalam bentuk sembako seperti beras, telur, susu, minyak goreng, dan gula.
"Ini juga kita berikan berurutan selama enam bulan," sebut Rahma.
Sementara itu, Perwakilan BKKBN Provinsi Kepri Desri Mulyono mengapresiasi Pemkot Tanjungpinang yang sudah melakukan aksi nyata langsung kepada masyarakat untuk menurunkan angka stunting.
Menurutnya, penanganan stunting tidak bisa hanya dikerjakan oleh pemerintah saja, namun perlu dukungan pihak-pihak maupun lembaga lainnya.
"Sehingga, bisa intervensi terhadap anak-anak dan keluarga-keluarga yang berisiko stunting," ujarnya.
Dengan hadirnya dapur sehat ini, kader-kader penggerak di lapangan diharapkan bisa memberikan pengetahuan kepada keluarga-keluarga berisiko stunting untuk menyediakan makanan yang sehat kepada anak-anak, ibu hamil, dan juga keluarga-keluarga tersebut.*
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkot Tanjungpinang dan BKKBN luncurkan dapur sehat atasi stunting
Wali Kota Tanjungpinang Rahma mengatakan pemkot sangat mendukung program-program penurunan stunting sampai ke tingkat kelurahan, salah satunya lewat dapur sehat yang bertujuan memberikan edukasi bagaimana mengolah makanan sehat guna menunjang tumbuh kembang anak.
"Dapur sehat ini sasaran utamanya, yaitu keluarga yang berisiko stunting agar orangtua betul-betul paham mengenai gizi seimbang untuk anaknya,” ujar Rahma usai peresmian dapur sehat di Kelurahan Kampung Bulang.
Rahmai mengatakan dalam hal percepatan penurunan angka stunting di Tanjungpinang, pemkot berkolaborasi dengan semua elemen, baik pemerintah maupun masyarakat.
Salah satu upaya yang dilakukan pemkot adalah menjadikan 36 pimpinan OPD/Dinas, sekretaris daerah termasuk wali kota sendiri untuk menjadi bapak asuh bagi 45 anak stunting kategori akut di kota Tanjungpinang.
"Kita langsung bantu setiap bulan selama enam bulan berturut-turut. Bantuan itu dalam bentuk bahan makanan senilai Rp750.000," kata Rahma.
Bantuan tersebut dikelola oleh dinas kesehatan. Selama enam bulan anak stunting itu didampingi bapak asuhnya masing-masing.
Disamping itu, katanya, dari zakat ASN pemkot juga diberikan kepada anak-anak yang terindikasi stunting dalam bentuk sembako seperti beras, telur, susu, minyak goreng, dan gula.
"Ini juga kita berikan berurutan selama enam bulan," sebut Rahma.
Sementara itu, Perwakilan BKKBN Provinsi Kepri Desri Mulyono mengapresiasi Pemkot Tanjungpinang yang sudah melakukan aksi nyata langsung kepada masyarakat untuk menurunkan angka stunting.
Menurutnya, penanganan stunting tidak bisa hanya dikerjakan oleh pemerintah saja, namun perlu dukungan pihak-pihak maupun lembaga lainnya.
"Sehingga, bisa intervensi terhadap anak-anak dan keluarga-keluarga yang berisiko stunting," ujarnya.
Dengan hadirnya dapur sehat ini, kader-kader penggerak di lapangan diharapkan bisa memberikan pengetahuan kepada keluarga-keluarga berisiko stunting untuk menyediakan makanan yang sehat kepada anak-anak, ibu hamil, dan juga keluarga-keluarga tersebut.*
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkot Tanjungpinang dan BKKBN luncurkan dapur sehat atasi stunting
Pewarta : Ogen
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pelabuhan Sehat Bandar Bentan Telani tanam 1.000 bibit bakau untuk perkuat ketahanan pesisir
24 April 2026 15:14 WIB
Pemkab Natuna terus tingkatkan kesadaran hidup sehat masyarakat di perbatasan
25 October 2025 13:30 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Tenaris beri bantuan 23 unit komputer di MAN IC Batam, perkuat literasi digital pelajar
18 May 2026 13:56 WIB