Tanjungpinang (ANTARA News) - Harga cabai rawit yang dijual pedagang di Pasar Pasar Baru Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau naik 100 persen dari Rp30.000/kg menjadi Rp60.000/kg.
"Kemungkinan besok harga cabai rawit kembali naik, namun nilai kenaikannya belum dapat dipastikan distributor cabai Tanjungpinang," kata pedagang sayur-mayur di Pasar Baru Tanjungpinang, Eli, 42 tahun, Senin.
"Harga cabai merah yang sejak pekan lalu dijual dengan harga Rp56.000/kg juga akan naik mulai besok," ungkap Eli.
Cabai rawit dan cabai merah yang dijual pedagang di Pasar Baru Tanjungpinang berasal dari Pulau Jawa. Pedagang tidak mengetahui alasan kenaikan harga cabai rawit pada hari ini.
Sementara pada pertengahan tahun lalu hingga memasuki tahun 2011, kenaikan harga berbagai jenis cabai disebabkan gagal panen, dan juga permintaan yang meningkat menjelang hari besar keagamaan.
"Perubahan harga cabai yang kami jual kepada konsumen tergantung harga yang ditetapkan distributor," katanya.
Hal senada dikatakan Fahmi, 43 tahun, pedagang sayur-sayuran di Pasar Baru Tanjungpinang. Harga cabai merah keriting mulai hari ini juga naik dari Rp50.000/kg menjadi Rp56.000/kg.
Sedangkan harga cabai merah kering asal India bertahan Rp40.000/kg sejak pekan lalu.
"Kami tidak dapat memastikan apakah menjelang Imlek harga cabai kembali naik," katanya.
Kenaikan harga cabai merah, rawit dan cabai merah keriting yang terjadi sekarang menyebabkan tingkat permintaan terhadap komoditas tersebut menurun.
Masyarakat lebih memilih membeli cabai merah kering, karena harganya lebih murah.
"Kami tidak berani mengambil cabai merah, rawit dan cabai merah keriting dalam jumlah yang banyak, karena khawatir tidak laku," ujarnya.(ANT-NP/B008/Btm2)
Harga Cabai Rawit Naik 100 Persen
Senin, 17 Januari 2011 12:06 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kurangi ketergantungan, Gubernur Kepri ajak warga tanam cabai dan sayur di pekarangan rumah
11 December 2025 6:31 WIB
Pemprov Kepri salurkan 45.000 bibit cabai gratis di Batam, Bintan dan Tanjungpinang
19 July 2025 9:05 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Di Tanjungpinang, Kepala BPS RI ajak pemda se-Kepri sukseskan sensus ekonomi 2026
31 January 2026 19:25 WIB