Tanjungpinang (ANTARA News) - Harga cabai merah dan rawit di Pasar Baru Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau bertahan Rp18.000/kg sejak pekan lalu.
   
"Stok cabai merah dan rawit di Tanjungpinang yang berasal dari Jawa Tengah cukup banyak sehingga harganya stabil," kata salah seorang pedagang sayur-mayur di Pasar Baru Tanjungpinang, Upik, Minggu.
   
Dalam satu tahun terakhir, kata dia, harga cabai merah dan rawit termurah dijual pedagang kepada konsumen pada pekan lalu yaitu Rp16.000/kg. Namun kondisi tersebut tidak bertahan lama.
   
Harga cabai merah dan rawit pada tahun 2010 hingga awal tahun 2011 Rp40.000-Rp70.000/kg, jauh lebih mahal dibanding dengan harga ayam ras yang hanya Rp27.000/kg.
   
"Kondisi perdagangan cabai merah dan rawit sulit kembali normal seperti dua tahun silam, yang harganya tidak melebihi Rp10.000/kg," ungkapnya.
   
Sementara pedagang sayur-mayur di Pasar Baru Tanjungpinang, Eli, mengatakan, permintaan terhadap cabai merah dan rawit tidak banyak, meski harganya turun. Dalam sehari kedua komoditas itu, masing-masing hanya laku 5-10 kg.
   
"Keuntungan yang kami peroleh kecil, karena cabai merah dan rawit kurang laris," ujar Eli.
   
Sebagian pedagang sayur-mayur di Pasar Baru Tanjungpinang menolak menjual cabai merah dan rawit asal Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Alasannya, cabai merah mudah busuk, meski harganya Rp13.000/kg, jauh lebih murah dibanding cabai merah yang berasal dari Jawa Tengah.
   
"Cabai rawit di Bintan bagus, tidak mudah busuk, namun harganya lebih mahal," katanya.      
   
Sementara harga sayur-mayur lainnya yang dijual pedagang di Pasar Baru Tanjungpinang juga relatif stabil, seperti bawang merah Rp15.000/kg, bawang bombai Rp12.000/kg, bawang putih Rp24.000/kg, wortel dan tomat Rp8.000/kg, kol Rp4.000/kg dan jaeh Rp14.000/kg.

(ANT-L/Btm1)