Batam (ANTARA Kepri) - Pengembangan industri pertanian di Kota Batam terkendala lahan yang terbatas.
Ketua Kelompok Tani Tembesi, Suroso, mengatakan di Batam, Minggu, terpaksa menggunakan lahan hutan lindung untuk menanam berbagai kebutuhan pangan.
Terdapat lima kelompok tani di Tembesi Tani yang mengembangkan tanaman jagung, singkong, kedelai, kacang tanah, cabai, aneka sayuran, aneka buah seperti jeruk, durian, rambutan, pepaya, pisang dan semangka, kata dia.
Para petani merasa resah dan khawatir sewaktu-waktu digusur pemerintah karena menempati hutan lindung.
Apalagi, seluruh petani juga tinggal di rumah di sekitar lahan pertanian, kata dia menambahkan.
Suroso meminta perhatian pemerintah untuk melakukan pemutihan atas lahan yang digarap.
Para petani, kata dia, juga bersedia membayar Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) agar dapat terus mengembangkan lahan, bila diminta Badan Pengusaha Batam sebagai penguasa tanah.
"Kami hanya ingin bekerja dengan tenang," ujar Suroso.
Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Peternakan dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam, Suhartini, mengatakan sulit memecahkan masalah petani.
Ia mengatakan serba salah, karena di satu sisi, pengembangan pertanian penting demi ketahanan pangan. Namun di sisi lain, keterbatasan lahan karena pengembangan Batam lebih fokus pada industri dan pariwisata.
"Seperti makan buah simalakama," kata dia.
Wakil Gubernur Kepri berjanji akan mencari solusi masalah lahan petani.
Menurut dia, masyarakat Kampung Tani sudah menunjukkan keberhasilan dalam mengembangkan pertanian di Batam sehingga layak mendapatkan perhatian pemerintah.
"Tidak ada masalah yang tak ada solusinya. Mari kita berjuang bersama-sama," kata Wakil Gubernur.
(Y011/F001)
Pertanian Batam Terkendala Lahan
Minggu, 23 Oktober 2011 17:18 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mentan Amran minta pemda untuk dorong hilirisasi komoditas pertanian lokal
19 January 2026 15:55 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pelni Tanjungpinang ajak warga manfaatkan diskon tiket kapal periode libur sekolah
06 June 2026 15:57 WIB
Harga minyak mentah Indonesia pada Mei 2026 turun ke 106,56 dolar AS per barel
06 June 2026 14:04 WIB