Ramihu, nelayan Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, tidak menyangka Bupati Karimun Nurdin Basirun bertamu ke gubuknya dan memberi berkah berupa bantuan jaring udang.

Berkah yang diterima Ramihu (47) berawal dari keinginan mendadak Bupati Karimun menjadi tamu rumah kayu beratap daun rumbia berukuran 4x5 meter pada Minggu (23/10) setelah meninjau pelaksanaan Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni di Desa Sawang Laut.

Dari luar, rumah prasejahtera yang terbuat dari kayu bekas itu terlihat sangat bersih. Di dalam, mejanya terbuat dari pelepah rumbia.

Sesaat setelah Nurdin masuk, Ramihu, dengan polos mengaku malu kepada para tamu karena tidak memiliki apapun untuk disuguhkan.

"Maaf Pak kami tidak punya apapun untuk disuguhkan, istri sayapun sedang tidak berada di rumah, dia pergi mengumpulkan daun rumbia untuk dirangkai menjadi atap," ucapnya.

Ramihu juga menuturkan tentang pasang surut nafkahnya sebagai nelayan penjaring udang.

Jaring yang digunakannya berasal dari jaring pemberian kakaknya yang telah rusak, kemudian diperbaikinya.

"Hanya jaring itulah yang saya andalkan untuk menjaring udang, setiap kilonya udang yang saya peroleh dijual seharga Rp35 ribu perkilo. Dalam seminggu paling banyak saya bisa menjual udang sebanyak 4 kilo saja, karena keterbatasan peralatan yang saya miliki," katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, istri Ramihu harus turut kerja keras menjadi perajin atap daun rumbia.

"Saya salut terhadap perjuangan yang telah Anda lakukan dalam rangka memenuhi nafkah lahir keluarga," ucap Nurdin Basirun.

Nurdin Basirun mengatakan harusnya tekad dan semangat Ramihu, menjadi contoh teladan bagi masyarakat Karimun.

"Tidak pernah mengeluh walau hidup dengan serba keterbatasan, tidak pernah mendatangi kantor Pemkab Karimun untuk meminta bantuan. Kegigihan keluarga dia selayaknya jadi teladan," ujarnya.

Dia secara serta merta memerintahkan Kepala Dinas Perikanan Pemkab Karimun, Hasmi Yuliansyah memberikan 15 keping jaring udang pada Ramihu.

"Semoga peralatan tangkap itu bisa memberi manfaat lebih padanya," katanya.

Menurut Kepala Desa Sawang Laut, Jefrizal, profesi sebagai perajin atap daun rumbia tidaklah secara signifikan menambah pendapatan keluarga.

"Namun dalam menjalani hidup sehari-hari istri Ramihu pun tidak pernah mengeluh. Bayangkan di tengah sulitnya bahan baku, atap daun itu hanya dijual seharga Rp30 ribu per seratus keping. Dalam seminggu pun dia belum tahu bisa membuat 100 keping atap daun," ucapnya.

Dia menuturkan memang sudah selayaknya Ramihu mendapatkan bantuan 15 keping jaring udang.

"Dia betul-betul terkendala untuk pengadaan peralatan tangkap," tuturnya.

Menurut dia, kebiasaan Bupati Karimun yang sering bergerak di luar agenda protokoler, telah menjadi berkah tersendiri bagi keluarga Ramihu.

(KR-HAM/A013)