Batam (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Kapolda Kepri) Irjen Pol. Asep Safrudin mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi yang berkembang di kota-kota lain dan telah menyiapkan antisipasi untuk tetap menjaga kamtibmas di Kota Batam.
"Untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota Batam kami melakukan upaya-upaya preventif," ujar Asep di Batam, Senin.
Jenderal polisi bintang dua itu menjelaskan, upaya-upaya preventif yang dilakukan seperti membangun ruang komunikasi dengan semua komponen masyarakat, dan mahasiswa.
"Kami melakukan komunikasi-komunikasi publik terhadap semua komponen masyarakat dan mahasiswa untuk tidak melakukan kegiatan unjuk rasa yang anarkis," katanya.
Kemudian, pihaknya juga melakukan penjagaan maksimal di sejumlah objek vital yang ada di Kota Batam.
"Terhadap objek-objek vital kami lakukan penjagaan maksimal bersama dengan jajaran TNI guna mengantisipasi gangguan," lanjutnya.
Pada Minggu (31/8), jajaran Polda Kepri telah beraudiensi dengan sejumlah organisasi mahasiswa yang ada di Kota Batam.
Dalam audiensi itu organisasi mahasiswa sepakat untuk menyampaikan aspirasi dengan cara yang damai, yakni lewat kegiatan doa dan diskusi bersama di Daratan Engku Putri pada Senin (1/9) malam pukul 18:30 WIB.
Siang tadi, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kepri dan Kota Batam menggelar audiensi dengan aliansi mahasiswa di Gedung DPRD Kota Batam. Selain dihadiri Kapolda, juga dihadiri Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura, Wali Kota Batam Amsakar Achmad, dan pejabat lainnya, serta tokoh masyarakat.
Hasil audiensi itu Forkopimda, tokoh masyarakat, mahasiswa, buruh dan ormas serta komponen masyarakat lainnya di Kepulauan Riau sepakat untuk tetap menjaga situasi kamtibmas dan menjaga Kepri sebagai rumah bersama.
"Saya mengimbau masyarakat tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa," ujar Asep.
Diketahui unjuk rasa terjadi di sejumlah daerah di Tanah Air, seperti Jakarta, Bandung, dan Makassar. Aksi penyampaian aspirasi itu diwarnai kericuhan hingga penjarahan yang terjadi di Ibu Kota Jakarta.
Unjuk rasa meluas terjadi setelah kejadian pengemudi ojek online Affan Kurniawan tewas usai dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob Polda Metro Jaya saat membubarkan massa di kawasan Penjompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8).