Tanjungpinang, Kepri (ANTARA) - Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Wagub Kepri) Nyanyang Haris Pratamura menyatakan kompetensi tenaga kerja harus sesuai dengan kebutuhan industri yang terus berkembang di daerah tersebut.
Menurut Nyanyang tantangan ketenagakerjaan saat ini tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan lapangan kerja, namun juga kesiapan tenaga kerja dalam memenuhi kebutuhan industri yang beragam dan dinamis.
“Tantangan dunia kerja saat ini bukan sekadar soal lapangan pekerjaan, tetapi bagaimana tenaga kerja kita memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri,” kata Nyanyang di Tanjungpinang, Kepri, Jumat.
Wagub menjelaskan pelatihan vokasi dan program pemagangan memiliki peran penting sebagai jembatan strategis untuk menutup kesenjangan keterampilan serta mempercepat transisi dari bangku pelatihan ke dunia kerja.
Baca juga: HUT Kota Otonom Tanjungpinang ke-24, Kemenkum Kepri dorong penguatan hukum
Ia juga menekankan pentingnya peran instruktur dalam memastikan proses pelatihan berjalan sesuai dengan standar kompetensi kerja nasional.
"Dengan demikian, lulusan pelatihan vokasi benar-benar siap mengisi kebutuhan riil industri," ungkapnya.
Nyanyang menyampaikan Pemprov Kepri berkomitmen memperluas program vokasi yang relevan dengan prioritas pembangunan ekonomi daerah, lalu mendorong kemitraan strategis dengan dunia usaha dan dunia industri agar pelaksanaan program pemagangan semakin efektif.
Wagub menginginkan lulusan program vokasi dan pemagangan tidak hanya siap bekerja, tetapi siap berwirausaha.
Ia turut mengapresiasi dunia usaha dan industri di daerah itu yang telah membuka akses bagi peserta pelatihan dan pemagangan untuk belajar langsung di tempat kerja.
Baca juga: BP Batam jajaki peluang kerja sama investasi semikonduktor dengan AS
“Terima kasih kepada seluruh perusahaan yang telah memberi kesempatan bagi peserta untuk belajar dan beradaptasi langsung di lingkungan industri. Ini menjadi langkah nyata dalam membangun SDM Kepri yang kompeten dan berdaya saing,” katanya.
Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kepri Diky Wijaya menyampaikan dalam rentang waktu 2021-2024, pihaknya telah menyalurkan sebanyak 71.182 tenaga kerja di seluruh kabupaten dan kota, terbagi 36.013 tenaga kerja pria dan 35.169 adalah tenaga kerja wanita.
"Tenaga kerja tersebut ditempatkan di berbagai perusahaan yang beroperasi di Provinsi Kepri," ujarnya.
Penempatan tenaga kerja ini tersebar di tujuh kabupaten dan kota se-Kepri, dengan rincian Kota Batam 41.916 tenaga kerja, lalu Kabupaten Bintan 24.603 tenaga kerja dan Kabupaten Karimun 1.485 tenaga kerja.
Berikutnya, Kota Tanjungpinang 676 tenaga kerja, Kabupaten Lingga 2.478 tenaga kerja, Kabupaten Kepulauan Anambas 20 tenaga kerja, dan Kabupaten Natuna 4 tenaga kerja.
Baca juga: Gubernur Kepri sebut perhitungan kontribusi sektor pariwisata perlu diperluas
Diky menambahkan, pihaknya juga terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang ada. Salah satu langkah yang diambil adalah memberikan pembekalan keahlian kepada lebih dari 2.000 milenial hingga menjadi tenaga kerja profesional. Mulai dari keahlian mengelas, menjahit, pemasangan instalasi listrik, kecerdasan buatan hingga pelatihan barista.
Selain itu, upaya meningkatkan kualitas SDM juga dilakukan melalui pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) dan UPT Balai Latihan Kerja dan Pengembangan Produktivitas (BLKPP) di kawasan FTZ Sei Bati, Karimun.
"Pembangunan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada putra daerah untuk meningkatkan kemampuan dan produktivitasnya, sehingga dapat bersaing di pasar kerja," ungkapnya.
Program lain yang diluncurkan adalah pemasangan tenaga kerja dalam negeri guna mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, memenuhi kebutuhan tenaga kerja, dan memberikan pengalaman praktis bagi pencari kerja di Kepri.
Baca juga:
Polda Kepri fasilitasi ambulans untuk korban kebakaran kapal
PLN Batam bermitra dengan perbankan bangun PLTGU 120 MW