Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna Provinsi Kepulauan Riau membidik kerja sama dengan Kabupaten Kepulauan Anambas terkait penyediaan komoditas cabai guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di kedua daerah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna Boy Wijanarko di Natuna, Selasa, mengatakan Natuna memiliki produksi cabai yang besar dan selalu mengalami fenomena produksi berlebih, namun pemasaran belum bisa dilakukan dengan maksimal. Peristiwa demikian membuat harga cabai turun.
Oleh karena itu, Pemkab Natuna tengah menyiapkan langkah kerja sama antardaerah dalam memasarkan hasil pertanian dan salah satu target Pemkab Natuna adalah Kepulauan Anambas.
Baca juga: Pemprov Kepri ganti jadwal kebijakan WFH ASN dari hari Jumat ke Rabu
"Kita akan susun formulasinya dan bicarakan dengan Anambas. Kalau ini berjalan cabai petani tidak lagi dibuang dan turun harga," ucapnya.
Ia menjelaskan dalam kontrak kerja sama nantinya saling menguntungkan kedua belah pihak. Bank Indonesia, lanjut dia, juga mendorong hal tersebut dalam rangka menjaga inflasi.
"Komoditas berlebih di daerah kita akan kita kerja samakan dengan daerah yang kurang," katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepri Rony Widijarto mengatakan kerja sama perlu dituangkan dalam kontrak yang jelas dan terinci, termasuk pengaturan harga komoditas.
Baca juga: Kepri prioritaskan pelayanan wisata terbaik di tengah tantangan global
Salah satu poin penting dalam perjanjian tersebut adalah menjaga stabilitas harga. Artinya, harga komoditas yang disepakati tetap berlaku, baik saat pasokan melimpah maupun ketika terjadi kelangkaan di pasar.
Dengan pengaturan ini, diharapkan kerja sama antardaerah dapat berjalan lebih adil, transparan dan memberikan kepastian bagi semua pihak yang terlibat, terutama dalam menjaga kestabilan harga pangan.
"Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan dan stabilitas harga di pasar," katanya.
Baca juga:
Telkomsel hadirkan layanan digital lengkap untuk jamaah haji 1447 H
Pemprov Kepri batasi perjalanan dinas ASN