Batam (ANTARA) - Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Riau meningkatkan angka prevalensi kontrasepsi modern dan angka kesuburan total dalam rangka peringatan HUT Ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI).
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau dr. Victor Palimbong menekankan pentingnya peningkatan capaian Modern Contraceptive Prevalence Rate (mCPR) di Kepulauan Riau.
"Saat ini capaian mCPR Kepri berada pada angka 76,1, sementara Kota Batam masih di angka 72,0. Kesenjangan tersebut perlu terus ditingkatkan melalui dukungan dan peran aktif para bidan di Kepri,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Rabu.
Selain itu, kata dia, capaian Total Fertility Rate (TFR) nasional saat ini berada pada angka 2,11 dari target 2,10, sedangkan Kepulauan Riau berada di angka 2,13.
Melalui momentum HUT Ke-75 IBI, capaian TFR di Kepulauan Riau dapat terus meningkat dan menyamai capaian nasional.
Selain itu, pihaknya juga menargetkan 4.587 akseptor keluarga berencana (KB) di provinsi ini.
“Kami siap untuk menyukseskan target pelayanan KB di Provinsi Kepulauan Riau sebanyak 4.587 akseptor, yang terdiri dari peserta KB Baru (PB) dan KB Pasca-Persalinan (KBPP),” katanya.
Pihaknya mendukung pelaksanaan pelayanan Keluarga Berencana (KB) yang dilaksanakan di seluruh Balai Penyuluhan KB dan fasilitas kesehatan lainnya.
“Kami lakukan secara maraton, selama 23 hari dimulai dari 29 April sampai 22 Mei menjadi bagian dari upaya peningkatan akses pelayanan KB, sekaligus mendukung program pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting, Angka Kematian Ibu (AKI), serta Angka Kematian Bayi (AKB),” katanya.
Angka capaian pada saat ini 93.3 persen, dengan rincian target penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) sebanyak 2.437 akseptor atau 76.16 persen, non-MKJP sebanyak 2.150 akseptor atau 112.93 persen.
Selain itu, KB Pasca-Persalinan (KBPP) sebanyak 4.327 akseptor atau 71.76 persen serta Non-KBPP sebanyak 260 akseptor atau 453.46 persen.
"Mohon bantu kami mendukung capaian penggunaan kontrasepsi jangka panjang serta capaian rata-rata angka kelahiran di Kepri,” kata Victor.
Baca juga: Pemkab Natuna berikan subsidi bahan pangan bantu masyarakat di perbatasan
Baca juga: HUT IBI, BKKBN Kepri dorong peningkatan kontrasepsi jangka panjang
Baca juga:
OJK Kepri: Risiko keuangan meningkat seiring kemudahan akses pinjol
BMKG: Tanjungpinang dan Bintan waspada potensi hujan petir