Batam (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam, Kepulauan Riau, memastikan penyaluran pupuk subsidi tahun 2026 dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan petani dan usulan kelompok tani dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Kepala DKPP Kota Batam Mardanis saat dihubungi di Batam, Rabu, mengatakan alokasi pupuk subsidi sektor pertanian untuk Kota Batam tahun 2026 terdiri dari 15 ton pupuk urea, 60 ton pupuk NPK, dan 70 ton pupuk organik.

Ia menjelaskan distribusi pupuk tersebut dibagi untuk petani di enam kecamatan, yakni Bulang, Sagulung, Batuaji, Galang, Nongsa dan Sei Beduk.

Menurut dia, penyaluran pupuk subsidi dilakukan berdasarkan RDKK yang disusun kelompok tani sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.

“Yang mengajukan RDKK lebih banyak tentu akan mendapat alokasi lebih banyak juga karena pembagian disesuaikan dengan proporsi kebutuhan,” katanya.

Mardanis mengatakan hingga saat ini distribusi pupuk subsidi belum sepenuhnya terealisasi karena adanya perubahan standar operasional prosedur (SOP) pendistribusian.

Baca juga: HUT IBI, BKKBN Kepri tingkatkan prevalensi kontrasepsi dan angka kesuburan

Meski demikian, ia mengatakan DKPP Batam mulai menerima pasokan pupuk subsidi untuk tahap awal distribusi di wilayah Sagulung.

“Alhamdulillah Sabtu (23/5) besok, pupuk subsidi sudah datang di Batam untuk di kemas, dialokasi ke Kecamatan Sagulung sesuai SK, yakni 3.200 kilogram urea dan 15.300 kilogram NPK,” kata Mardanis.

Ia menyebut harga pupuk subsidi tersebut masing-masing Rp1.800 per kilogram untuk urea dan Rp1.840 per kilogram untuk NPK.

Sementara itu, untuk pupuk organik, hingga kini stoknya masih belum tersedia di gudang Kota Tanjungpinang.

“Untuk saat ini pupuk organik belum ada di gudang Tanjungpinang,” ujar dia.

DKPP Batam berharap distribusi pupuk subsidi dapat berjalan lancar sehingga kebutuhan petani selama musim tanam dapat terpenuhi secara bertahap.


Baca juga: Pemkab Natuna berikan subsidi bahan pangan bantu masyarakat di perbatasan